sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengamat: PPKM akan membawa dampak pada sektor properti

Selama pembatasan tidak berlanjut, peluang untuk pemulihan ekonomi dan perbaikan sektor properti masih terbuka.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 15 Jan 2021 14:45 WIB
Pengamat: PPKM akan membawa dampak pada sektor properti
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Sektor properti digadang-gadang akan bangkit kembali pada 2021, mengikuti pemulihan ekonomi yang tengah berjalan dan tren suku bunga rendah. Namun, kebijakan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dikhawatirkan malah akan menekan kinerja sektor properti.

Senior Associate Director Research dari Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, penerapan PPKM memang dapat memberikan dampak bagi sektor properti di Jawa dan Bali.

"Maksud dari pembatasan aktivitas pasti bertujuan untuk kebaikan. Namun, dampaknya ke sektor properti akan signifikan pada hotel dan ritel," kata Ferry, Jumat (15/1).

Pembatasan aktivitas tersebut terkait langsung dengan kedua kelas aset tersebut. Meski demikian, selama pembatasan tidak berlanjut, peluang untuk pemulihan ekonomi dan perbaikan sektor properti masih terbuka.

Kendati begitu, masih terdapat berbagai peluang untuk perusahaan di sektor properti menyiapkan pertumbuhannya dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Dia mencermati, terdapat sejumlah sentimen yang mendukung pertumbuhan sektor properti.

Sentimen pertama, yaitu membaiknya perekonomian dalam negeri. Ferry menyebut, Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh antara 4,8% hingga 5,8%. Jika perekonomian membaik, dia optimistis semua sektor, termasuk real estate juga akan ikut membaik.

Selanjutnya, adalah perkembangan vaksin yang memberikan sinyal positif bagi iklim investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ditambah, berlakunya Undang Undang Cipta Kerja juga diharapkan dapat membuka peluang yang lebih baik dan lebih besar, sehingga investor asing tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

"Perkembangan ekonomi dan properti perlu untuk terus dipantau. Tahun ini mungkin tidak seburuk tahun lalu karena kita beradaptasi dengan situasi," tuturnya.  

Sponsored

Ferry mengingatkan, tahun ini mungkin bukan menjadi tahun ketika sektor properti akan bangkit secara maksimal. Namun, saat ini kita sedang menuju ke arah kebangkitan tersebut.

Berita Lainnya