logo alinea.id logo alinea.id

Pengguna perbankan digital menunjukkan peningkatan

Beberapa faktor bersinergi bersama mempercepat peningkatan tersebut di antaranya pertumbuhan pengguna smartphone dan internet

Soraya Novika
Soraya Novika Senin, 11 Feb 2019 19:57 WIB
Pengguna perbankan digital menunjukkan peningkatan

Nasabah yang aktif menggunakan perbankan digital di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu, mencapai 1,6 kali lipat dari 2014 atau setara hingga 58% dari total pemegang rekening bank.

"Beberapa faktor bersinergi bersama mempercepat peningkatan tersebut di antaranya, pertumbuhan pengguna smartphone dan internet serta e-commerce di Indonesia," ujar Partner Indonesia, McKinsey & Company Guillaume de Gantes dalam acara media briefing, di Wisma GKBI, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan bersama antara Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dan perusahaan konsultan manajemen bisnis McKinsey & Company, sepanjang tiga tahun terakhir, peningkatan penetrasi nasabah Indonesia kepada sistem perbankan digital tersebut adalah yang tertinggi dibanding negara lain di Asia.

"Rata-rata peningkatan penetrasi di negara-negara maju Asia hanya naik 1,5 kali lipat. Negara-negara berkembang Asia justru hanya menunjukkan peningkatan sebanyak 1,1 kali lipat," paparnya.

Hal ini menunjukkan nasabah Indonesia sangat terbuka dengan peralihan tersebut.

"55% dari pelanggan non-digital di Indonesia menyatakan kemungkinannya menggunakan perbankan digital dalam enam bulan ke depan," ungkapnya.

Laporan ini juga menunjukkan peluang bagi pemain digital murni di pasar dengan 50% responden, mempertimbangkan peralihan ke bank tanpa kehadiran fisik. 

Mayoritas responden tersebut juga menyatakan keyakinan mereka akan mengalihkan 25% menjadi 50% atas saldo mereka ke bank digital murni, meskipun jaringan cabang masih penting.

Sponsored

"Temuan ini menunjukkan persaingan dari dalam dan luar sektor perbankan akan semakin ketat, bank harus melanjutkan upaya digitalisasi mereka, dan bergerak cepat untuk menarik pelanggan baru dan membangun loyalitas pada pelanggan mereka yang sudah ada," tutupnya.

Sebelumnya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyebut, inklusi keuangan khususnya di sektor perbankan cenderung masih rendah. Berdasarkan kajian Bappenas, masih banyak masyarakat yang belum memiliki rekening keuangan. 

Direktur Jasa Keuangan dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas Muhammad Cholifihani, mengatakan, kajian ini dilakukan melalui forum group discussion (FGD) di lima wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah dan Timur. 

"Untuk inklusi keuangan perbankan, kenapa banyak masyarakat yang tidak punya rekening? Alasannya cuma satu, enggak punya duit buat menabung," ujar dia dalam Seminar Hasil Kajian Pendalaman Keuangan di Indonesia, Senin (28/1).

Pemerintah telah membuka jalan bagi masyarakat agar memiliki rekening di bank. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan sosial melalui perbankan. Namun bantuan sosial yang diberikan pun habis untuk kebutuhan sehari-hari.
 

 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB
Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Kamis, 18 Apr 2019 14:48 WIB