sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tunggak gaji karyawan Rp328 miliar, ini penjelasan Garuda Indonesia

Estimasi dari jumlah tunjangan gaji yang saat ini ditunda atau belum dibayarkan per 31 Desember adalah sebesar US$23 juta.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 09 Jun 2021 15:16 WIB
Tunggak gaji karyawan Rp328 miliar, ini penjelasan Garuda Indonesia

Maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menyampaikan, telah melakukan penundaan pembayaran penghasilan sejak April 2020 hingga November 2020, akibat dampak dari pandemi Covid-19. 

Manajemen Garuda Indonesia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, estimasi jumlah tunjangan gaji yang saat ini ditunda atau belum dibayarkan per 31 Desember 2020 adalah sebesar US$23 juta atau Rp328 miliar (kurs Rp14.262/US$).

"Estimasi dari jumlah tunjangan gaji yang saat ini ditunda atau belum dibayarkan per 31 Desember adalah sebesar US$23 juta," tulis manajemen Garuda Indonesia, Rabu (9/6).

Rinciannya, penundaan gaji untuk direksi dan komisaris sebesar 50%, dan penundaan untuk vice president, captain, first office, dan flight service manager sebesar 30%. Lalu, penundaan untuk senior manager 25%, flight attendant, expert, dan manager sebesar 20%.

Kemudian, penundaan untuk duty manager dan supervisor sebesar 15% dan untuk staf yaitu analyst, officer atau setara, dan siswa, sebesar 10%.

Selain penundaan pembayaran, Manajemen Garuda Indonesia juga melakukan penyelesaian kontrak dipercepat untuk pegawai dengan status kontrak perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT), program pensiun dipercepat dengan karyawan di atas 45 tahun ke atas, dan kebijakan penyesuaian mekanisme kerja untuk pegawai. 

Adapun untuk kebijakan program pensiun dini, emiten berkode saham GIAA ini telah membuka pendaftaran program sejak 19 Mei hingga 19 Juni 2021. Pembayaran hak pensiun karyawan akan dilaksanakan mulai 1 Juli secara bertahap.

"Program berlaku untuk seluruh karyawan tanpa batas usia dan tidak ada masa minimum kerja aktif karyawan. Perseroan tidak memiliki target jumlah pegawai yang berpartisipasi, mengingat program ini bersifat sukarela, dan sampai saat ini belum ditetapkan program lanjutan," ujar manajemen GIAA.

Sponsored
Berita Lainnya