sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Penjelasan POSA yang sahamnya disuspen BEI

Harga saham POSA yang turun tiba-tiba disebut manajemen merupakan fluktuasi yang terjadi di pasar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 16 Agst 2019 15:56 WIB
Penjelasan POSA yang sahamnya disuspen BEI

PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) memberikan penjelasan soal disuspensinya saham mereka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya saham dan waran seri I emiten yang bergerak di industri properti mal ini anjlok 33,3% dari harga Rp252 per saham pada 30 Juli 2019 menjadi Rp189 per saham pada 30 Juli 2019.

Direktur Utama POSA Gracianus Johardy Lambert mengatakan, harga saham POSA yang turun tiba-tiba merupakan fluktuasi yang terjadi di pasar.

"Kami tidak berbuat curang pada pemegang saham dengan menaikkan atau menurunkan harga. Sepenuhnya tergantung pasar," kata Lambert, di gedung BEI, Jumat (16/8).

Di sisi lain soal kinerja, Chief Financial Officer (CFO) POSA Eko Heru Prasetyo mengakui sampai akhir tahun ini, perusahaan diperkirakan belum meraih keuntungan. Meski begitu, diyakini perusahaan mendapatkan pendapatan dengan beroperasionalnya Jambi City Center dan Lombok City Center. 

"Pada November Jambi City Center akan aktif sedangkan di Lombok kami menunggu tahun ajaran baru karena kami mengubah konsep mal kami," ujar Eko. 

Eko menjelaskan perseroan menargetkan Jambi City Center bisa menyumbang 12% dari total pendapatan POSA di tahun depan. Eko pun mengatakan telah ada 22 tenan yang akan mengisi mal Jambi City Center.

Sementara untuk perubahan konsep mal Lombok City Center menjadi education mall. Eko mengatakan hal ini disebabkan tenant terbesar mereka keluar dan membuat tenant-tenant kecil ikut keluar.

Sponsored

"Otomatis kami harus mengubah konsep dari mal yang real jadi thematic mall," ujar Eko. 

Sementara itu, POSA juga melakukan kerjasama dengan yayasan Al-Azhar untuk membuka sekolah di tingkat SD dan SMP menggunakan bangunan Lombok City Center.

"Al-Azhar menyewa gedung kami sendiri, nilainya belum bisa kami informasikan. Yang pasti kontraknya jangka panjang karena untuk pendidikan," tutur Eko.

Hingga saat ini, Bliss Property telah memiliki lima mal dan satu hotel. Lima mal tersebut, yaitu Ambon City Center, Tanjungpinang City Center, Lombok City Center, Ponorogo City Center, dan Jambi City Center yang akan dibuka November mendatang. 

Sementara untuk hotel, Bliss Property memiliki Amaris Hotel di Ponorogo yang tersambung dengan mal mereka.

Ketiga mal yang telah beroperasi saat ini di Ambon, Tanjungpinang, dan Ponorogo, kata Eko, memiliki tingkat okupansi rata-rata 90%.