logo alinea.id logo alinea.id

Pasar apartemen lesu, tingkat serapan di bawah 90%

Tingkat serapan apartemen di Jakarta pada kuartal III-2019 hanya naik tipis sebesar 0,3% ke level 87,5%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 09 Okt 2019 15:34 WIB
Pasar apartemen lesu, tingkat serapan di bawah 90%

Colliers International menyebut hingga kuartal III-2019 sektor hunian apartemen di Jakarta belum mencapai kondisi ideal. Dengan lesunya penjualan apartemen, pengembang mulai mengerem peluncuran produk baru.

Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan pengembang sudah mulai berhati-hati untuk menjual produk lantaran belum terserap dengan baik. Alih-alih untung, pengembang justru akan berdarah-darah apabila memaksakan membuat produk baru. Pasalnya, produk anyar hanya akan berdampak pada cashflow mereka.

"Penjualannya akan jadi tak terlalu bagus dan akan berat," ujar Ferry, di Jakarta, Rabu (9/10).

Di sisi lain, pelaku industri mulai berpikir untuk beralih dan mengembangkan rumah tapak di sekitar Jakarta.

"Pengembang asing berpikir untuk masuk ke segmen lebih bawah karena tingkat serapannya lebih baik dibandingkan menengah atas," kata Ferry 

Berdasarkan data Colliers, tingkat serapan apartemen di Jakarta pada kuartal III-2019 hanya naik tipis sebesar 0,3% ke level 87,5%. Colliers memperkirakan tingkat serapan apartemen akan stagnan di level 87% hingga akhir tahun. 

"Ke depannya, tingkat serapan apartemen akan mengalami sedikit penurunan sebesar 2% ke level 85%-86% sampai tahun 2023 akibat dampak dari tekanan perang dagang dan ketidakpastian ekonomi global," tutur Ferry.

Untuk tingkat pasokan apartemen, terdapat tambahan sejumlah 3.255 unit pada kuartal III-2019 ini. Pasokan apartemen tersebut naik 65% ketimbang angka kuartal II-2019 lalu. Secara keseluruhan, total stok apartemen mencapai 209.286 unit di Jakarta, naik 7,3% secara year-on-year (YoY).

Hingga akhir tahun 2019, diramal akan ada tambahan pasokan sebanyak 9.769 unit apartemen. Lalu, untuk tahun 2019-2023, bakal ada tambahan pasokan sebanyak 47.899 unit.

Sponsored

 

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB