logo alinea.id logo alinea.id

Penjualan otomotif lesu, laba bersih Astra diprediksi tergerus

Konsumsi dan daya beli masyarakat terus menurun mulai kuartal II-2019 dan diprediksi hingga akhir tahun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 12 Agst 2019 16:51 WIB
Penjualan otomotif lesu, laba bersih Astra diprediksi tergerus

Perlambatan ekonomi pada kuartal II-2019 mengindikasikan pelemahan konsumsi masyarakat. Salah satunya terlihat pada penjualan kendaraan bermotor yang merosot.

Analis Bahana Sekuritas Anthony Yunus mengatakan selain faktor domestik, faktor global diperkirakan semakin menggerus daya beli masyarakat. 

Anthony memprediksi penjualan kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua masih akan melemah karena kemampuan masyarakat membeli mobil semakin terbatas. Selain itu, ia memperkirakan penjualan motor hanya akan tumbuh di single digit karena penetrasi motor yang sudah cukup tinggi.

"Demi menggenjot penjualan mobil dan motor hingga akhir tahun di tengah-tengah menurunnya permintaan, pemberian diskon yang lebih agresif akan terjadi pada semester kedua tahun ini," kata Anthony dari keterangan tertulis yang diterima Alinea.id, Senin (12/8). 

PT Astra Internasional Tbk. (ASII), lanjut Anthony, sebagai salah satu pemain otomotif terbesar di Indonesia, pada kuartal II-2019 mencatat volume penjualan dan margin dari kendaraan roda empat lebih rendah dari ekspektasi semula. Kendati demikian, Anthony mengatakan, penurunan penjualan tersebut tidak seburuk industri secara keseluruhan.

Untuk diketahui, pada kuartal II-2019, Astra Internasional membukukan laba bersih sebesar Rp4,6 triliun atau turun 15%, dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan rendahnya penjualan dari sektor otomotif dan komoditas khususnya Crude Palm Oil (CPO). 

Melihat pencapaian hingga kuartal II-2019, Anthony memperkirakan pendapatan ASII hanya akan mencapai Rp240,7 triliun pada akhir tahun ini, dari perkiraan semula sebesar Rp249,3 triliun. 

Kemudian, laba bersih perseroan diperkirakan mencapai Rp20,7 triliun hingga akhir tahun ini, dari perkiraan semula sebesar Rp23 triliun. Pendapatan dari segmen otomotif pun diperkirakan menurun hanya mencapai Rp104,7 triliun, dari perkiraan semula sebesar Rp106,8 triliun. 

Sponsored

Anthony pun memberikan rekomendasi hold untuk saham ASII dari yang sebelumnya buy, dengan target harga Rp7.500 dari yang sebelumnya Rp8.300 per lembar saham. 

Sementara itu, untuk volume penjualan kendaraan roda empat secara industri hingga akhir tahun 2019, Anthony memperkirakan akan mencapai 1,082 juta unit, atau turun sebesar 6% dari realisasi penjualan sepanjang 2018. Kemudian, untuk penjualan kendaraan roda empat ASII diperkirakan turun sebesar 4,8% secara tahunan. 

Lalu untuk penjualan kendaraan roda dua secara industri diperkirakan akan tumbuh sebesar 8% atau mencapai 7,088 juta unit sepanjang 2019 secara tahunan. Penjualan kendaraan roda dua Astra pun diperkirakan akan tumbuh sebesar 12% secara tahunan pada akhir 2019.