sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penjualan PLN turun 10% akibat pandemi

Penjualan PLN selama pandemi turun akibat berkurangnya konsumsi listrik.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 11 Jun 2020 20:53 WIB
Penjualan PLN turun 10% akibat pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menelan kerugian selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. 

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan perusahaan kehilangan potensi pendapatan akibat turunnya penjualan sebesar 10% dibandingkan di waktu normal.

"PLN juga merupakan perusahaan yang terdampak Covid-19. Kenapa? Penjualan kami jauh turun. Di bulan ini saja sudah 10%," kata Bob dalam video conference, Kamis (11/6).

Di sisi lain, beban biaya yang harus ditanggung perusahaan tidak berkurang.

Sebagaimana diketahui, PLN menjual listrik per kilowatt-hour (kwh) seharga Rp1.467, berada di bawah biaya pokok produksi yang sebesar Rp1.485. Sehingga selisihnya ditanggung oleh perusahaan.

"Kalau perusahaan bisnis begini, sebenarnya kami rugi. Sudah ada acuan biaya, tetapi tidak menagihkan ke pelanggan. Misalnya saya penjual kue, pembeli sudah ambil 10 ,tetapi saya tagihkan 5, 5, sisanya kan kerugian saya kok," ucapnya.

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya masih harus menyubsidi tarif listrik untuk masyarakat dengan pendapatan minim yang terganggu akibat pandemi Covid-19. Perusahaan juga harus menghitung tarif penggunaan masyarakat dengan hitungan rata-rata tiga bulan sebelumnya karena PSBB.

"Tetapi karena keterkejutan itu (Covid-19), oke lah kami beri perlindungan, makanya kami bagi rata-rata besaran pemakaian listrik tiap rumah ke bulan selanjutnya," ucapnya.

Sponsored
Berita Lainnya