logo alinea.id logo alinea.id

Penundaan kenaikan tarif produk China berdampak positif ke Indonesia

Kebijakan yang dibuat Donald Trump ini dinilai berdampak positif untuk Indonesia.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 25 Feb 2019 16:31 WIB
Penundaan kenaikan tarif produk China berdampak positif ke Indonesia

Sejumlah analis menilai penundaan kenaikan tarif atas produk China yang diputuskan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, memberikan dampak positif bagi Indonesia khususnya untuk pasar modal dalam negeri.

Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, sentimen yang berasal dari perpanjangan negosiasi perang dagang AS-China ini membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,2% pada perdagangan sesi I hari ini.

"Pekan ini saya memprediksi IHSG akan berada di range 6.550-6.600," kata Bhima saat dihubungi Alinea.id, Senin (25/2).

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai dampaknya keputusan ini tercermin dari laju IHSG yang berada pada zona hijau saat ini. Menurut dia, dalam beberapa waktu ke belakang, perang dagang AS-China menjadi kabut ketidakpastian bagi ekonomi negara lain termasuk Indonesia.

"Oleh sebab itu kami melihat setiap kemajuan yang dibuat oleh AS dan China merupakan kabar yang sangat baik bagi pasar modal khususnya emerging market," kata Nico.

Perbaikan rupiah dan komoditas

Sementara, Bhima menilai, sebagai negara eksportir bahan baku industri di AS dan China, Indonesia diuntungkan dengan kondisi perpanjangan negosiasi ini.

Permintaan bahan baku dari AS dan China akan mendorong pemulihan harga komoditas ekspor Indonesia. 

Sponsored

Di sisi lain, investor mulai berani masuk ke aset yang lebih berisiko dan melepas dolar AS. 

Hal ini tercermin dari Dollar Index yang turun ke 96,4 atau melemah 0,38% dalam sepekan terakhir. Aliran modal masuk atau nett buy asing sampai sesi perdagangan I siang ini senilai Rp104,3 miliar.

"Tren ini akan terus berlanjut sepanjang perang dagang menunjukkan sinyal yang positif," kata dia.

Selain itu, Bhima juga memproyeksikan rupiah dalam sepekan ini berada pada range Rp13.900-Rp14.050 atau dalam tren menguat terhadap dollar AS.

 

 

 

Sementara, Nico mengatakan kondisi ini juga juga didukung oleh sikap dovish The Fed. Sejauh ini, The Fed menaikkan tingkat suku bunga sepanjang tahun berkisar antara 2,1%-2,7%.

"Tentu hal ini merupakan cerminan bahwa The Fed masih sangat jauh dari menaikkan tingkat suku bunga," ujarnya.

Sebagai informasi, Donald Trump pada Senin (25/2) mengumumkan akan menunda pengenaan tarif pada barang-barang China. Trump juga mengungkap rencana untuk bertatap muka dengan Presiden China Xi Jinping di resor pribadinya, Mar-a-Lago, untuk membungkus perjanjian perdagangan. 

Peningkatan bea masuk atas barang-barang China dari 10% menjadi 25% yangdimaksudkan mulai berlaku pada 1 Maret. Pengumuman tersebut disampaikan Trump via Twitter.

"Sebagai hasil dari pembicaraan yang sangat produktf ini, saya akan menunda kenaikan tarif Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 1 Maret. Dengan asumsi kedua belah pihak membuat kemajuan tambahan, kami akan merencanakan pertemuan bagi Presiden Xi dan saya di Mar-a-Lago untuk menyimpulkan perjanjian," tulis Trump.

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Sabtu, 20 Apr 2019 19:01 WIB
 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB