sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Penurunan giro wajib minimun dorong kenaikan laba perbankan

BI menurunkan giro wajib minimum (GWM) rupiah untuk bank konvensional sebesar 100 bps menjadi 5,5% dan syariah menjadi 4%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 02 Des 2019 17:29 WIB
Penurunan giro wajib minimun dorong kenaikan laba perbankan

Bank Indonesia telah menempuh berbagai upaya pelonggaran moneter salah satunya dengan penurunan giro wajib minimum (GWM). Penurunan GWM tersebut dilakukan untuk menambah ketersediaan likuiditas di pasar dan mendorong bank untuk menyalurkan kredit. 

Analis Bahana Sekuritas Prasetya Christy Gunadi mengatakan dengan pelonggaran GWM pada November yang akan berlaku pada Januari 2020 ini akan menambah likuiditas di sistem perbankan sekitar Rp26 triliun. 

"Meski tidak terlalu besar, tetapi pelonggaran ini menjadi sinyal kepada pasar jika BI sedang menempuh kebijakan akomodatif yang masih akan berlanjut hingga tahun depan. Sebab, rasio kredit terhadap simpanan atau yang lebih dikenal loan to deposit ratio (LDR) masih berada di kisaran 97% hingga September 2019," kata Prasetya dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/12). 

Prasetya mengingatkan penurunan GWM tidak serta merta mendorong kemampuan bank untuk menyalurkan kredit. Sebab, tambahannya bagi pertumbuhan kredit diperkirakan sekitar 0,5%, sehingga dampaknya bagi penurunan LDR hanya sekitar 40 bps. 

"Namun bagi sebagian bank besar pelonggaran ini akan berdampak positif bagi peningkatan laba bersih yang diperkirakan melebihi 1%,’’ ujarnya.  
 
Hingga akhir September 2019, kredit perbankan tumbuh sebesar 7,89%. Bahana Sekurutas pun memperkirakan hingga akhir tahun ini kredit bank akan tumbuh dikisaran 9% dan akan tumbuh dikisaran 10% pada 2020. Pertumbuhan kredit di 2020 tersebut telah mempertimbangkan pengaruh dari pemotongan suku bunga acuan dan pelonggaran GWM. 

‘’Pemotongan GWM akan memberi ruang lebih besar bagi perbankan untuk membukukan pendapatan dari bunga kredit, daripada bunga yang diperoleh dari penempatan dana di BI melalui GWM,’’ tutur Prasetya.  

Sebagai informasi, pada Juni dan November, BI menurunkan giro wajib minimum (GWM) rupiah untuk bank konvensional dan syariah. Penurunan tersebut secara total masing-masing sebesar 100 bps menjadi 5,5% untuk bank konvensional dan 4% untuk bank syariah.

Bahana pun merekomendasikan beli untuk saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp5.300 per lembar saham. Sebab, BRI yang fokus membiayai usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) ini mengenakan bunga kredit yang lebih tinggi dibanding bank besar lainnya seperti Bank Mandiri, Bank Central Asia dan Bank Negara Indonesia (BNI), dengan rasio kredit bermasalah yang terjaga. Dengan pelonggaran GWM, laba bersih BBRI diperkirakan akan naik sekitar 1,07% pada 2020.

Sponsored

Rekomendasi beli juga diberikan untuk Bank Mandiri, dengan target harga Rp9.000 per lembar saham. Sebab, bank yang memiliki kode saham BMRI ini fokus untuk menjaga pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) dan memperbaiki rasio kredit bermasalah. Pelonggaran GWM diperkirakan akan membantu kenaikan laba bersih Bank Mandiri sebesar 1,04% pada 2020.