sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penyaluran bantuan subsidi gaji gelombang II paling lambat awal November

Subsidi gaji/upah disalurkan melalui dua termin pembayaran.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 14 Okt 2020 08:07 WIB
Penyaluran bantuan subsidi gaji gelombang II paling lambat awal November
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan menyalurkan bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah melalui dua termin pembayaran. Setelah pembayaran termin I selesai disalurkan untuk lima tahap, Kemenaker akan melakukan evaluasi sebelum pembayaran termin II mulai disalurkan.

“Kami targetkan termin II mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat penyalurannya dimulai awal November,” tutur Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah seperti disitat dari situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (14/10).

Hingga Selasa (12/10), bantuan subsidi gaji/upah telah disalurkan kepada 11.959.300 pekerja atau 97,37% dari total penerima tahap I sampai dengan tahap V.

“Kami terus mendorong agar pihak perbankan dapat mempercepat proses penyalurannya,” ujar Ida.

Untuk tahap V, Kemenaker menerima 578.230 data calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan pada Selasa (29/9) lalu. Namun, pada Rabu (30/9) sebagai tenggat akhir pengumpulan data calon penerima subsidi gaji/upah,

Kemenaker terima tambahan pendaftaran 40.358 peserta.

Ida mengatakan, jumlah data calon penerima subsidi gaji/upah tambahan tidak begitu signifikan. Maka, untuk memudahkan pelaporan ke publik, tambahan data tersebut merupakan bagian dari tahap V. Jadi, pada tahap V terdapat 618.588 data calon penerima subsidi gaji/upah.

Bantuan subsidi gaji/upah ini merupakan salah satu program pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. Program bantuan subsidi gaji/upah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Sponsored

Berdasarkan data Kemnaker per Selasa (12/10), subsidi gaji/upah tahap I telah tersalurkan kepada 2.485.687 penerima atau 99,43 %; tahap II sebanyak 2.981.533 penerima atau 99,38 %; tahap III sebanyak 3.476.361 penerima atau 99,32 %; tahap IV sebanyak 2.579.703 penerima atau 97,20 %; dan tahap V sebanyak 427.016 penerima atau 69,03 %.

Dengan anggaran mencapai Rp37,7 triliun, program bantuan subsidi gaji/upah ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020. Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data yang terkumpul dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 12.272.731 pekerja/buruh.

“Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke bendahara negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) maupun Kemenag (Kementerian Agama),” ucapnya.

Berita Lainnya