sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penyaluran pembiayaan fintech melambat selama pandemi Covid-19

Penyelenggara fintech P2P lending khususnya sektor multiguna mengurangi penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi gagal bayar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 13 Jul 2020 16:28 WIB
Penyaluran pembiayaan fintech melambat selama pandemi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 275213
Dirawat 61813
Meninggal 10386
Sembuh 203014

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat, penyaluran pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending mengalami perlambatan selama pandemi Covid-19. Secara umum penurunan terjadi hampir pada sebagian besar platform penyelenggara fintech P2P lending.

Ketua Harian AFPI Kuseryansyah mengatakan meskipun mengalami penurunan, namun ada beberapa sektor yang terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan, khususnya di sektor produktif. Yakni pembiayaan di sektor kesehatan seperti UMKM farmasi dan alat pendukung kesehatan.

"Begitu juga sektor yang terkait distribusi pangan, produk agrikultur, makanan kemasan. Sektor telekomunikasi dan online ecosystem yang menjadi layanan juga semakin banyak digunakan untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan berpotensi untuk berkembang terus seiring pergeseran perilaku konsumsi masyarakat," ujar Kuseryansyah dalam konferensi virtual AFPI, Senin (13/7).

Kuseryansyah melanjutkan, di masa Covid-19 ini, industri fintech P2P lending akan menjaga kinerja positif dengan selektif menyalurkan pembiayaan, khususnya ke peminjam baru. Hal tersebut diharapkan dapat menjaga peran aktif fintech P2P lending untuk meningkatkan pendanaan bagi masyarakat, yang selama ini belum tersentuh lembaga keuangan formal.

"Mengingat kebutuhan pembiayaan masyarakat sangat besar, yakni lebih dari Rp1.000 triliun dan diharapkan, fintech P2P lending yang per Mei 2020 tercatat 158 penyelenggara bisa berperan,” katanya.

Berdasarkan data OJK, penyaluran pembiayaan fintech P2P lending selama pandemi Covid-19 tercatat melambat. Untuk periode Mei 2020, total penyaluran sebesar Rp109,18 triliun, atau hanya naik 3,12% dari posisi April 2020 sebesar Rp106,06 triliun. 

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penyaluran pada Mei 2019 tercatat sebesar Rp41,03 triliun atau naik 10,87% dari posisi April 2019 sebesar Rp37,01 triliun.

Begitu juga penyaluran April 2020 yang naik 3,57% dari posisi Maret 2020 sebesar Rp102,53 triliun. Jika dibandingkan dengan penyaluran April 2019, tercatat naik 11,48% dari Maret 2019 sebesar Rp33,20 triliun. Meski demikian, tercatat total penyaluran pembiayaan fintech P2P lending per Mei 2020 tercatat naik 166,03% dari posisi Mei 2019.

Sponsored

Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede menambahkan, masih terjadi peningkatan penyaluran dari April ke Mei 2020, yakni sebesar 3,12%. Namun, jika dibandingkan dari April-Mei tahun lalu yang masih 10,87%, peningkatannya melambat 7,75%.

"Hal ini karena para penyelenggara fintech P2P lending khususnya sektor multiguna (konsumer) agak mengurangi penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi gagal bayar,” ucap Tumbur. 

Berita Lainnya
×
img