logo alinea.id logo alinea.id

Perang dagang AS vs China, kinerja IHSG mandek

Sentimen dalam negeri belum dapat mendongkrak IHSG. 

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 12 Feb 2019 09:59 WIB
Perang dagang AS vs China, kinerja IHSG mandek

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berada di zona merah pada hari ini, Selasa (12/2). Perang dagang menjadi penghalang IHSG berada di zona hijau. 

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, pelaku pasar menanti kepastian dari keputusan perundingan terkait perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Sementara, sentimen dalam negeri belum dapat menolong IHSG terdongkrak. 

Dennies memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.467-6.481 dan resistance 6.522-6.549. Sementara saham yang direkomendasikan antara lain: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Jasa Marga Tbk. (JSMR), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM).

Berbeda, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi wajar.

Menurutnya, penguatan pasar saham akan bergantung dengan jumlah transaksi, baik dari lokal maupun asing. Sebab, masih banyak investor yang akan menanamkan dananya di pasar saham. 

"Pada awal tahun investor memulai untuk berinvestasi," kata William melalui risetnya. 

Bukan tidak mungkin untuk IHSG mencetak rekor barunya lagi dalam waktu dekat. Bahkan, untuk hari ini saja William meramalkan IHSG bisa menyentuh level 6.600, rentang pergerakan IHSG antara 6.442-6.676.

William merekomendasikan saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), dan PT PP Tbk. (PTPP).

Sponsored

Sebagai informasi, kemarin (11/2), IHSG kembali melorot 0,4% atau 26,66 poin ke level 6.495. Pelaku pasar asing di pasar reguler juga tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp17,28 miliar.