sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI sebut perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi 2022 diprediksi 4,5% - 5,3%

BI pun memprediksi pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2022 ini akan tetap bias ke atas dalam kisaran 4,5% hingga 5,3%.

Erlinda Puspita Wardani
Erlinda Puspita Wardani Kamis, 17 Nov 2022 18:49 WIB
BI sebut perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi 2022 diprediksi 4,5% - 5,3%

Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dilaksanakan pada 16 hingga 17 November 2022, perbaikan ekonomi domestik masih akan terus berlanjut. Ini tercermin dari kinerja ekonomi Indonesia yang terus tumbuh menguat di triwulan III-2022 di level 5,72% secara tahunan (yoy) lebih tinggi dibanding triwulan lalu yaitu 5,45% yoy.

"Pertumbuhan ekonomi terus naik positif ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor," ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Rapat Dewan Gubernur periode November, Kamis (17/11).

Perbaikan ekonomi nasional juga terbukti dari peningkatan pertumbuhan mayoritas Lapangan Usaha (LU), terutama Industri Pengolahan, Transportasi dan Pergudangan, serta Perdagangan Besar dan Eceran.

Selain itu Perry juga menyampaikan berbagai indikator di bulan Oktober 2022 dan hasil survei BI terakhir, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi domestik.

"Jika ditinjau dari sisi eksternal, kinerja ekspor diperkirakan juga masih menunjukkan penguatan, terutama komoditas batu bara, Crude Palm Oil (CPO), besi dan baja, serta ekspor jasa yang seiring dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat dan didukung kebijakan pemerintah," tambah Perry.

Merujuk perkembangan data tersebut, BI pun memprediksi pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2022 ini akan tetap bisa ke atas dalam kisaran 4,5% hingga 5,3%.

"Pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 diperkirakan tetap tinggi, karena didorong oleh permintaan domestik, serta kinerja ekspor yang tetap positif di tengah risiko lebih dalamnya perlambatan perekonomian global," ujar Perry.

Jelang akhir tahun 2022, BI juga kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebanyak 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Kenaikan ini ditujukan menurunkan ekspektasi inflasi yang sekarang masih tinggi, sehingga bisa kembali ke 3,0±1% di awal paruh tahun 2023. Selain itu juga untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Sponsored

"Bank Indonesia juga terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi nasional," tandasnya. 

Berita Lainnya
×
tekid