sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pertamina-Adnoc sepakati pengembangan kilang Balongan

Pertamina dan perusahaan migas Abu Dhabi, ADNOC, akan mengembangkan kompleks kilang terintegrasi petrokimia di Balongan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 16 Jan 2020 11:13 WIB
Pertamina-Adnoc sepakati pengembangan kilang Balongan

Pertamina dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menggali lebih lanjut potensi pengembangan kompleks kilang terintegrasi petrokimia di Balongan, Jawa Barat. 

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan MoU ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan comprehensive strategic framework (CSF) yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Juli 2019. CSF ini bertujuan membuka peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak dan gas (migas), baik di UEA, Indonesia, ataupun internasional. 

Nicke melanjutkan, Pertamina dan ADNOC meningkatkan kesepakatan ke arah yang lebih strategis dan spesifik. Di antaranya mengevaluasi potensi pengembangan crude to petrochemicals complex di Balongan. Sebagai langkah awal, kedua belah pihak akan mempelajari dan mendalami usulan struktur bisnis dan konfigurasi teknis atas pengembangan kilang tersebut. 

“Potensi kolaborasi dengan ADNOC akan memperkuat langkah bisnis Pertamina, khususnya dalam mengoptimalkan pengembangan kilang petrokimia di Balongan. Sehingga nantinya dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi serta memenuhi permintaan produk petrokimia dalam dan luar negeri terutama polyolefin," ujar Nicke dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam (15/1) . 

Potensi kerja sama ini, lanjut Nicke, menjadi penting karena pengembangan crude to petrochemicals complex ini akan terintegrasi dengan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balongan. Sehingga selain akan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), hasilnya juga akan meminimalkan impor produk petrokimia. 

Nicke menuturkan ADNOC merupakan partner strategis potensial yang diperhitungkan Pertamina. Sebab, selain berpengalaman mengelola integrated refinery and petrochemical dengan kapasitas terbesar di Timur Tengah dan terbesar keempat di dunia, ADNOC juga memberikan opsi tawaran partisipasi Pertamina di blok produksi migas di UEA, yang nantinya akan didiskusikan oleh kedua pihak.

Pasokan LPG

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Pertamina dan ADNOC juga menandatangani perjanjian pasokan LPG. Dengan demikian, pada tahun 2020 ADNOC akan menyediakan LPG sampai dengan 528.000 MT LPG untuk Pertamina dalam rangka mengamankan kebutuhan LPG dalam negeri. 

Sponsored

“Transaksi ini juga efektif karena sumbernya langsung dari produsen,” kata Nicke. 

Untuk LPG, ADNOC juga dikenal sebagai salah satu perusahaan migas yang memproduksi LPG terbesar di dunia dengan kapasitas mencapai lebih dari 10 juta MT per tahun untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar internasional.

Sementara itu, CEO ADNOC Sultan Ahmed Al Jaber mengatakan, perjanjian dengan Pertamina akan mendukung ADNOC untuk memperkuat keberadaanya di Indonesia, sebagai salah satu pasar pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara.

Adapun penandatangan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan CEO ADNOC Group sekaligus Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) Sultan Ahmed Al Jaber di Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1) waktu setempat. 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA YM Syaikh Mohamed bin Zayed menyaksikan pertukaran dokumen perjanjian tersebut.

Berita Lainnya