sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pertamina bersihkan pantai terdampak kebocoran migas di Karawang

Pembersihan tersebut menggunakan strategi berlapis enam. Apa saja?

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Minggu, 28 Jul 2019 02:52 WIB
Pertamina bersihkan pantai terdampak kebocoran migas di Karawang

PT Pertamina (Persero) berupaya untuk membersihkan pantai terdampak kebocoran migas di sumur YYA Offshore North West Java (ONWJ) Kawarang, Jawa Barat.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, upaya meminimalisasi dampak terhadap lingkungan di sekitar sumur YYA-1 terus ditingkatkan dengan menghadang serta membersihkan oil spill di lautan.

Pembersihan tersebut menggunakan strategi berlapis enam, yaitu mengerahkan oil boom statis, giant skimmer, oil boom dinamis, serta kapal-kapal lainnya yang akan mengejar dan menyedot oil spill.

"Kami terus lakukan karena sudah bersih, namun ternyata ombak membawa lagi, besoknya kami harus bersihkan kembali," ucap Fajriyah saat dihubungi reporter Alinea.id, Sabtu (27/7).

Pertamina dan PHE ONWJ juga melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak. Seperti, SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup Daerah, TNIdan Kepolisian, Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Laut, KSOP, KKP, Pushidros AL, KKKS, dan berbagai instansi lainnya. 

"Kami bersama pihak terkait telah melakukan peninjauan untuk memonitor situasi terkini, pembersihan bersama dengan masyarakat dan TNI," ucapnya.

Sampai saat ini, Pertamina dan pihak terkait masih menginvestigasi penyebab kejadian kebocoran migas tersebut.

Namun, indikasi sementara menunjukkan adanya anomali tekanan pada anjungan yang menyebabkan munculnya gelembung gas dan diikuti oil spill.

Sponsored

Pertamina memperkirakan perlu waktu sekitar delapan minggu sejak 25 Juli 2019 untuk menghentikan sumber gas dan oil spill.

Selain itu, Pertamina juga mendirikan empat posko medis untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan masyarakat atas peristiwa oil spill di sekitar Anjungan Lepas Pantai YY Area Pertamina Hulu Energi ONWJ. Pertamina melalui anak usahanya, yakni PT Pertamedika menurunkan peralatan dan tenaga medis untuk melayani kebutuhan pengobatan masyarakat di sekitar desa terdampak.

Fajriyah menyebut, Pertamina mendirikan empat posko kesehatan di Karawang, yakni Posko Cemara Jaya, Posko Sungai Buntu, Posko Sedari, dan Posko Pantai Mutiara.

"Jumlah pasien rata-rata yang ditangani empat posko mencapai 120 orang," katanya.

Menurut Fajriyah, keluhan pasien antara lain gatal-gatal, pegal-pegal, batuk, dan penyakit lain seperti hipertensi.

"Berdasarkan identifikasi sementara, keluhan mereka tersebut bukan dampak langsung dari oil spill," katanya.