logo alinea.id logo alinea.id

Pertamina naikkan harga Pertamax

Pertamina klaim harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain.

Cantika Adinda Putri Noveria Eka Setiyaningsih
Cantika Adinda Putri Noveria | Eka Setiyaningsih Rabu, 10 Okt 2018 11:51 WIB
Pertamina naikkan harga Pertamax

PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini, Rabu (10/10) dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB. 

"Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp12.250 per liter, Pertamina Dex Rp11.850 per liter, Dexlite Rp10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp9.800 per liter," kata External Communication Manager PT Pertamina Arya Dwi Paramita, mengutip di web Pertamina, Rabu (10/10).

Pertamina klaim harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain. Harga yang ditetapkan untuk wilayah lainnya bisa tertera di laman Pertamina. 

"Bisa dilihat pada website Pertamina. https://www.pertamina.com/id/news-room/announcement/," jelasnnya.

Sedangkan harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik. Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik. 

Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. 

Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus US$ 80 per barel. Penetapannya mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Menanggapi itu, Pengamat Ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira, mengatakan, kenaikan harga BBM diharapkan  menurunkan konsumsi BBM dalam negeri. Apalagi harga minyak terus naik dan rupiah melemah. Hal itu sesuai mekanisme pasar, maka BBM non subsidi pasti disesuaikan.

Sponsored

"Ini juga bentuk menekan defisit migas yang sekarang sudah tembus US$8,3 miliar. Alasan lain berkaitan dengan cashflow Pertamina yang tertekan jika harga BBM tidak disesuaikan," jelas dia. 

Kenaikan harga pertamax diyakini berdampak pada inflasi Oktober. Inflasi dari bbm akan mendorong kenaikan biaya logistik yang ujungnya menaikan harga bahan makanan, makanan jadi, dan komponen inflasi lainnya. Inflasi November dan Desember berpotensi lebih tinggi lagi menyusul wacana menaikan BBM nonsubsidi,  cepat atau lambat.