logo alinea.id logo alinea.id

Pertamina targetkan kapasitas PLTP capai 1.112 MW pada 2026

Pertamina akan menambah kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) untuk mendukung program energi bauran.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 15 Agst 2019 11:30 WIB
Pertamina targetkan kapasitas PLTP capai 1.112 MW pada 2026

Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mencapai 1.112 MW pada 2026.

Direktur Utama PGE Ali Mundakir mengatakan saat ini Pertamina melalui PGE terus berkomitmen dalam pengembangan panas bumi dan menambah kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia.

“Hal ini untuk mendukung program energy mix (bauran energi) pemerintah sesuai Kebijakan Energi Nasional," kata Ali di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut Ali Mundakir, pada 9 Agustus 2019, PGE melakukan sinkronisasi pertama (first synchronize) PLTP Lumut Balai Unit 1 Sumsel dengan kapasitas 55 MW.

"Kami menargetkan pada akhir Agustus ini Lumut Balai 1 bisa beroperasi komersial," katanya. 

PGE kini mengelola 14 wilayah kerja panas bumi yang beberapa di antaranya dikelola dan dioperasikan sendiri serta lainnya melalui skema kerja sama kontrak (joint operation contract/JOC) dengan perusahaan lain.

Saat ini, PGE sudah mengoperasikan sendiri lima area panas bumi dengan total kapasitas terpasang 617 MW yang terdiri atas Kamojang 235 MW di Jawa Barat, Ulubelu 220 MW di Lampung, Lahendong 120 MW di Sulawesi Utara, Karaha 30 MW di Jawa Barat, dan Sibayak 12 MW di Sumatera Utara.

PGE juga sedang mengembangkan proyek panas bumi di Hululais, Bengkulu; Sungai Penuh, Jambi; dan PLTP unit 2 di Proyek Lumut Balai, Sumsel, serta tiga inisiasi proyek eksplorasi di Seulawah, Aceh; Gunung Lawu, Jawa Tengah; dan Bukit Daun, Bengkulu.

Sponsored

"Kami menargetkan pada 2026 total kapasitas terpasang PGE bisa meningkat menjadi 1.112 MW," jelas Ali.

Ali melanjutkan, dengan pembangkitan listrik panas bumi oleh PGE sebesar 617 MW, maka berpotensi menurunkan emisi sebesar 3,2 juta ton CO2 per tahun dan penghematan cadangan devisa migas 29.000 barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu menyampaikan pengembangan panas bumi menjadi salah satu dasar aspirasi Pertamina dalam kerangka pengembangan energi hijau (green energy).

"Dengan kontribusi Pertamina dalam kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia sebesar 96 persen, yang 32 persen dikelola dan dilakukan sendiri Pertamina, serta 64 persen melalui skema JOC, maka panas bumi akan selalu menjadi salah satu fokus Pertamina dalam pengembangan green energy ke depannya," katanya.

Dharmawan juga mengatakan Pertamina akan selalu melakukan terobosan-terobosan pengembangan panas bumi baik dalam bidang teknologi maupun manajemen proyek. (Ant)