sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pertumbuhan ekonomi China tertekan dampak coronavirus

Pada 2019, pertumbuhan ekonomi China turun menjadi 6,1%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 29 Jan 2020 11:02 WIB
Pertumbuhan ekonomi China tertekan dampak coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 132816
Dirawat 39290
Meninggal 5968
Sembuh 87558

Pertumbuhan ekonomi China mengalami tekanan seiring dengan penyebaran coronavirus di Wuhan, Hubei. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan jika virus tidak terkendali, maka perlambatan ekonomi China bisa berdampak ke dunia.

"Beberapa belahan dunia lain juga mulai kelihatan ada yang melihat potensi kalau ini menyebar terlalu cepat, pertumbuhan ekonomi dunianya bisa lebih rendah," ucapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/1).

Suahasil mengungkapkan, sebagai negara ekonomi terbesar di dunia, pada 2019 saja perekonomian Tiongkok hanya tumbuh sebesar 6,1%. Angka ini turun dibandingkan 2018 yang mencapai 6,6%.

Perlambatan ekonomi China tersebut ikut membuat perekonomian global turun, meskipun bukan satu-satunya faktor penentu. International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi global hanya tumbuh 2,9% pada 2019, kemudian tahun 2020 sebesar 3,1%.

Menurut Suahasil, angka pertumbuhan tersebut masih mungkin turun melihat dari gejolak perekonomian global yang didorong oleh sejumlah isu yang merebak sejak awal tahun.

"Yang namanya coronavirus itu membuat perkiraan akan ada penurunan pergerakan ekonomi dan itu bisa memengaruhi ekspektasi. Kalau ekspektasinya menurun, pertumbuhan ekonomi menurun, maka kami khawatirkan akan menimbulkan penurunan realisasinya," ucapnya.

Untuk itu, kata Suahasil, pemerintah akan terus memantau dampak ekonomi yang terjadi terkait coronavirus di China dan kaitannya dengan Indonesia

Sebab, China masih menjadi mitra dagang utama Indonesia. Sehingga, perlambatan pertumbuhan ekonominya akan berdampak kepada permintaan barang Indonesia.

Sponsored

"Kalau China pertumbuhan ekonominya itu kemarin 6,1%, itu bukan karena coronavirus, tapi dengan dia sudah 6,1% lalu kemudian ada coronavirus apakah akan lebih rendah atau enggak, kami lihat ke depannya," jelasnya.

Berita Lainnya