sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PLN akan ganti BBM dengan gas untuk pembangkit listrik

Peralihan pembangkit listrik ke gas ini akan berlangsung selama 2019-2028

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 17 Jan 2020 13:35 WIB
PLN akan ganti BBM dengan gas untuk pembangkit listrik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan mendorong pemanfaatan gas untuk menggantikan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebagai pembangkit listrik.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan selama ini PLN melakukan impor BBM untuk menjalankan pembangkit listrik berbasis BBM. Impor BBM ini pun membutuhkan biaya tinggi dan kurang efisien. 

"Tentu peralihan ke energi berbasis domestik seperti gas akan lebih murah dan mempunyai efek yang sangat positif. Kesehatan finansial PLN akan lebih baik dengan pengurangan impor," kata pria yang akrab disapa Darmo ini dalam bincang-bincang BUMN bersama PLN di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (17/1).

Darmo menuturkan peralihan pembangkit listrik ke gas ini akan berlangsung selama 2019-2028. Dia menyebut dengan adanya peralihan pembangkit listrik berbasis gas ini, akan terwujud keseimbangan baru. Apabila beberapa pembangkit sebelumnya hanya dijalankan saat peak load saja, dengan adanya ketersediaan gas yang jauh lebih murah ini PLN bisa mengubahnya menjadi base load.

"Total kapasitas pembangkit gasnya sedang kami hitung," ujar Darmo.

Darmo mengakui untuk peralihan ini, diperlukan pembangunan infrastruktur LNG yang masif. Gas yang berasal dari sumber, langsung dialirkan ke plant gate.

"Seperti apa suatu infrastruktur yang masif, tentu saja kita sesuaikan dengan perintah dari keputusan menteri ESDM," tuturnya.

Adapun untuk saat ini, lanjut Darmo, PLN tengah menganalisa pembangkit listrik mana yang tidak efisien dan bisa di-facing out digantikan dengan gas. Dalam melakukan peralihan ini, lanjut Darmo, PLN akan berkomunikasi dengan Pertamina minggu depan.
 

Sponsored
Berita Lainnya