sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PLN dapat suntikan US$500 juta untuk kembangkan energi hijau

Dukungan finansial tersebut merupakan transaksi pinjaman ‘green loan’ pertama yang diperoleh BUMN di Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 28 Des 2020 18:18 WIB
PLN dapat suntikan US$500 juta untuk kembangkan energi hijau
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menerima dukungan finansial sebesar US$500 Juta dolar dari perbankan internasional dengan mendapatkan jaminan dari Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA).

Adapun para kreditur untuk fasilitas tersebut, antara lain Citibank, DBS Bank, JPMorgan, KfW IPEX, LBBW, OCBC, Standard Chartered Bank dan SMBC. 

Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly menyampaikan, dukungan finansial tersebut merupakan transaksi pinjaman ‘green loan’ pertama yang diperoleh BUMN di Indonesia dan yang pertama kali dieksekusi oleh PLN. 

Dana itu disebutkan akan digunakan manajemen perseroan untuk melakukan pendanaan jangka panjang bagi proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) dan infrastruktur kelistrikan yang ramah lingkungan.

Melalui program perdana bertajuk Non-Honouring of Financial Obligation by State-Owned Enterprise (NHFO-SOE), MIGA akan menjamin 95% pembiayaan selama 5 tahun ke depan. 

Transaksi ini juga merupakan transaksi pertama MIGA dengan menggunakan skema NHFO-SOE dan merupakan transaksi pertama dalam masa pandemi baik di Indonesia maupun di regional.

“Dalam periode likuiditas dan pasar pinjaman yang serba sulit, PLN berhasil mengupayakan tercapainya efisiensi biaya dalam keuangan dengan menerapkan struktur yang dirancang untuk menarik kreditur internasional,” katanya dalam keterangan pers, Senin (28/12).

Dukungan ini diperoleh dalam waktu yang cukup singkat, yakni hanya kurang lebih 5 bulan meskipun transaksi ini dijalankan dengan skema yang cukup kompleks. 

Sponsored

Menurutnya, penetapan harga telah dinegosiasikan dengan kreditur sejak awal Juli, setelah proses tender yang menyeluruh dengan harga sekompetitif mungkin meski di masa pandemi.

“Langkah ini merupakan tindak lanjut PLN dalam mewujudkan kerangka keuangan yang berkelanjutan (Sustainable Financing Framework) yang telah dilaunching secara resmi pada 2 November 2020 dan merupakan agenda nyata dari transformasi PLN (Lean, Green, Innovative & Customer Focused),” ucapnya. 

Saat ini, PLN sedang dan terus bekerja sama dengan berbagai stakeholder, yaitu lembaga bilateral maupun multilateral untuk mewujudkan berbagai inisiatif green energy dan meningkatkan rasio energi baru terbarukan di seluruh Indonesia.

Berita Lainnya