sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PLN tambah 1,5 GW pembangkit energi baru terbarukan

EBT ini dilakukan di daerah-daerah dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkit listrik yang masih tinggi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 17 Jan 2020 20:05 WIB
PLN tambah 1,5 GW pembangkit energi baru terbarukan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) akan menambah daya 1,5 Gigawatt (GW) kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). 

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penambahan kapasitas EBT ini dilakukan untuk menjaga keandalan. 

"Saat ini EBT PLN terpasang 7 GW, dengan kapasitas terbesar dari PLTA sebesar 4,7 GW," kata Darmawan dalam ngobrol pagi seputar BUMN di Jakarta, Jumat (17/1).

Adapun untuk nilai investasi EBT ini, PLN melihat tak semua memiliki harga yang sama. Untuk panas bumi dengan daya sebesar 20 Megawat (MW), harganya bisa Rp11 per kwh. Sementara untuk wind power, apabila arus angin cukup besar, maka akan membutuhkan biaya rendah. 

"Kalau angin tdak kencang dengan investasi sama, produksi rendah, biaya lebih mahal. Kami memang melihat perlu ada fleksiblitas ini," ujar Darmawan.

Darmawan melanjutkan pemasangan EBT ini dilakukan di daerah-daerah dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkit listrik yang masih tinggi. Terutama, di daerah yang terpencil.

"Dengan adanya perubahan ini, tentu saja EBT ini bukan hanya bertarung di daerah-daerah terpencil, tapi bisa menjadi bagian energi campuran yang ada baik di Pulau Jawa maupun di daerah terpencil," kata Darmawan. 

Moto GP

Sponsored

Sementara, PLN akan menambah pasokan daya listrik sebesar 60 Megawatt (MW) untuk kesiapan gelaran balapan MotoGP yang rencananya akan berlangsung tahun 2021 di Mandalika, Lombok. 

Darmawan Prasodjo mengatakan Pulau Lombok saat ini memiliki daya mampu 290 MW dan mencapai beban puncak pada 243 MW. Namun, Lombok belum memiliki cadangan sehingga apabila dilakukan perawatan berkala maka beberapa jaringan kehilangan daya atau mati listrik. 

"MotoGP perlu ada keandalan sistem luar biasa. Kami akan tambah pembangkit 60 MW," kata Darmawan.

Dengan demikian, daya mampu pasokan yang semula hanya sebesar 290 MW, bertambah menjadi 350 MW, dengan beban puncak hanya 250 MW. Apabila ada pemeliharaan, transmisi listrik di Mandalika akan tetap andal. 

Dalam pemetaan yang dilakukan PLN, Darmawan mengatakan butuh 30 MW hydropower untuk mengalirkan listrik khusus untuk MotoGP sehingga menjadi green power. 

Adapun untuk daerah Mandalika sendiri, Darmawan mengatakan kebutuhannya hanya 5 MW. Tetapi, PLN telah memasang travo dengan kapasitas 30 MW. 

"MotoGP hanya menjadi satu event dan setelah itu akan ada pariwisata yang luar biasa bermanfaat bagi ekonomi kerakyatan di sekitar itu. Artinya harapannya adalah ekonomi berkembang," ujar dia. 

Dengan bagitu, Darmawan melanjutkan, paradigma PLN harus berubah yang tadinya supply driven strategy, saat ini menjadi demand driven strategy. Saat ini PLN harus memikirkan bahwa listrik ini, bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai pendorong penggerak ekonomi nasional.

Berita Lainnya