sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Portofolio investasi anjlok, Asabri berpotensi rugikan negara

Ada dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri sebesar Rp10 triliun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 10 Jan 2020 18:40 WIB
Portofolio investasi anjlok, Asabri berpotensi rugikan negara

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan telah mendapat laporan dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri.

"Ya, saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun," katanya, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat.

Jika memang ada dugaan korupsi, Mahfud meminta hal itu diungkap secara tuntas. Dia juga mengatakan akan mengundang Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membicarakan kasus di perusahaan pelat merah ini.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan, semasa ia menjabat Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid, juga terjadi korupsi di tubuh Asabri. 

"Dulu waktu saya jadi menteri pertahanan, ada kasus korupsinya dan sudah diadili. Kok sekarang muncul lagi dalam jumlah yang sangat besar," katanya.

Investasi anjlok

Dalam kesempatan terpisah,  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir belum dapat berkomentar banyak mengenai rontoknya portofolio investasi Asabri.

"Saya belum siap bicara soal Asabri karena belum tahu. Sama kalau ditanya soal PTPN Perkebunan. Belum tahu orang belum direview," katanya di Kementerian BUMN, Jumat (10/1).

Sponsored

Dia pun menjelaskan, pihaknya masih menunggu laporan resmi yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hingga saat ini, katanya baru ada hasil audit mengenai PT Asuransi Jiwasraya.

"Ini baru Jiwasraya yang ada laporannya dari BPK, kalau Asabri belum ada," jelasnya.

Untuk diketahui, saham-saham yang menjadi portofolio Asabri berguguran sepanjang 2019 dan penurunan harga saham dapat mencapai lebih dari 90% sepanjang tahun.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sejumlah saham portofolio Asabri terjun bebas seperti saham PT SMR Utama Tbk. (SMRU) yang terkoreksi sebesar 92,31% ke posisi Rp 50 per lembar saham.

Lalu, PT Alfa Energi Investama Tbk. (FIRE), yang terkoreksi 95,79% ke level Rp 326 per lembar saham. Demikian juga untuk saham PT Pool Advista Finance Tbk. yang turun sebesar 96,93% sepanjang 2019 ke level Rp156 per lembar saham.

Dikutip dari website resmi Asabri, badan usaha milik negara itu berbentuk perseroan terbatas yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara yang diwakili Menteri BUMN selaku pemegang saham atau RUPS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41/2003.


 

Berita Lainnya