sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden instruksikan bentuk Satgas Penyakit Mulut dan Kuku 

Menkes menyebutkan, PMK sangat jarang meloncat ke manusia. Jadi masyarakat diimbau tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusianya. 

Hermansah
Hermansah Senin, 09 Mei 2022 15:45 WIB
Presiden instruksikan bentuk Satgas Penyakit Mulut dan Kuku 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pembentukan satgas seiring temuan hewan di empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur dan di Aceh yang mengidap PMK. 

"Satgas ini dibentuk agar dapat mengawasi perkembangan PMK," kata Airlangga dalam keterangan secara online, Senin (9/5).

Diberitakan sebelumnya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengeluarkan tiga instruksi, sebagai tindak lanjut hasil pengujian penyakit mulut dan kuku (PKM) di Provinsi Aceh dan Jawa Timur. Hal itu terpantau dari surat nomor 06006/PK.310/F/05/2022 tertanggal 6 Mei 2022 yang diperoleh Alinea.id.

Dalam surat itu, Dirjen Nasrullah menyebutkan, PMK merupakan penyakit hewan yang bersifat akut dan memiliki angka kesakitan mencapai 90-100% pada hewan berkuku belah (cloven-hoofed) seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi serta penyebarannya sangat cepat, maka PMK akan berdampak pada kerugian ekonomi pada masyarakat serta kesehatan hewan secara luas.

Untuk itu, ada tiga respons cepat untuk menghindari penyebaran lebih luas dan upaya mitigasi risiko yang diintruksikan Dirjen Nasrullah kepada sejumlah pihak, seperti Kadis Peternakan Jawa Timur, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh dan Kepala Pusat Veteriner Farma. Tiga respons cepat itu adalah tindakan pengendalian segera, tindakan pengendalian sementara dan tindakan pengendalian permanen.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Kementerian Kesehatan sudah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE), dan hasilnya diketahui kalau penyakit ini merupakan domainnya hewan.

"Jadi hampir tidak ada yang loncat ke manusia. Seperti virus SARS-CoV-2 yang loncat dari kelelawar ke manusia. Atau flu babi yang loncat ke manusia serta flu burung yang loncat ke manusia," paparnya.

Khusus untuk virus mulut dan kuku, dia menjelaskan, virus ini hanya ada di hewan yang berkuku dua. Sangat jarang meloncat ke manusia. Jadi masyarakat diimbau tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusianya. 

Sponsored

"Memang ini merupakan penyakit yang sangat menular di kesehatan hewan. Tetapi sekali lagi, untuk kesehatan manusia sangat jarang loncatnya. Di Indonesia memang ada penyakit kaki, mulut, dan tangan. Penyakit ini menyerang anak-anak, tetapi ini berbeda dengan PMK," papar dia. 

Berita Lainnya