logo alinea.id logo alinea.id

Produksi migas di semester I-2018 di bawah target

Untuk meningkatkan kinerja sektor hulu migas khususnya dalam hal lifting migas, SKK Migas telah menyiapkan sejumlah langkah baru.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 02 Agst 2018 11:47 WIB
Produksi migas di semester I-2018 di bawah target

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mencatat realisasi produksi minyak dan gas (lifting migas) pada semester I-2018 masih di bawah asumsi APBN 2018.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh SKK Migas, hingga semester I-2018, realisasi lifting migas secara keseluruhan adalah 1.923 BOEPD. Masing-masing adalah 771.000 BOPD untuk minyak dan 1.152 BOEPD untuk gas.

"Realisasi produksi masih under, tapi kami tidak berkecil hati. Tahun ini kita punya goal 2 juta barrel oil equivalen. 800.000 oil, gasnya 1,2 juta," ujar Wakil Ketua SKK Migas Sukandar dalam acara Forum Merdeka Barat, di Wisma Antara.

Untuk meningkatkan kinerja sektor hulu migas ,khususnya dalam hal lifting migas, SKK Migas telah menyiapkan sejumlah langkah baru. Salah satunya mengembangkan lapangan pengeboran baru. Tiga tahun lagi diperkirakan baru bisa dimunculkan.

Seperti misalnya adalah blok migas Indonesia Deeper Water Development (IDD). Blok migas tersebut memiliki potensi LNG sebesar 6 juta ton per tahun.

"Kami di SKK optimistis, pre feednya sudah kelar. Nah, lalu bisa dialirkan ke Badak LNG Plan. Jadi, Badak akan ada 1 trail lagi yang running. Jadi, kita bisa bawa LNG ke badak supaya bisa lebih efisien," jelasnya.

Selain itu, ada juga Blok Migas Masela yang memiliki potensi sebesar 9,5 juta ton LNG dan 150 mm gas pipa. Lalu masih ada beberapa blok migas lagi yang menurutnya masih banyak sekali menyimpan potensi minyak dan gas.

"Masela, ini besar 9,5 juta ton LNG dan 150 mm gas pipa. Ini bisa bertambah 9,5 juta ton. JTB, di operator Pertamina EP Cepu, ini 190 mmscfd, Tangguh 700, dan lainnya. Jadi kami berharap dalam 2-4 tahun ke depan bisa menambah produksi minyak dan gas di Indonesia. Kalau di jumlah ini, demand besar 800.000 barrel. Tapi enggak bisa besok, ini butuh waktu," jelasnya.

Sponsored

Sukandar juga menekankan realisasi penerimaan negara yang berasal dari industri hulu migas sudah mencapai US$ 8,5 miliar. Angka tersebut sudah mencapai 71% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar US$ 11,9 miliar.

Diperkirakan penerimaan negara yang berasal dari sektor hulu migas pada tahun ini akan melampaui target. Dirinya memerkirakan realisasi penerimaan negara yang berasal dari sektor hulu migas mencapai US$ 15 miliar.

Untuk capaian pengembalian biaya operasi (cost recovery) sebesar US$ 5,2 miliar, angka ini sudah mencapai 51% dari target APBN 2018 yang sebesar US$ 10,1 miliar. Sedangkan, untuk investasi migas telah mencapai US$ 3,9 miliar. Angka tersebut sudah mencapai 27% dari target 2018 sebesar US$ 14,2 miliar.

"Sekarang penerimaan dari sektor hulu migas kita bisa mencapai US$ 8,5 miliar. Goal-nya kayaknya bisa mencapai US$ 15 miliar," pungkasnya.