sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Proyek jalan tol Bandung hingga Cilacap capai Rp53,5 triliun

PT Jasa Marga Tbk. mengubah trase proyek pembangunan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) menjadi Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.

Sukirno
Sukirno Selasa, 12 Feb 2019 06:00 WIB
Proyek jalan tol Bandung hingga Cilacap capai Rp53,5 triliun

PT Jasa Marga Tbk. mengubah trase proyek pembangunan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) menjadi Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap melalui jalur selatan Jawa.

Direktur Pengembangan Jasa Marga Adrian Priyohutomo mengatakan pembangunan proyek tol di Selatan Jawa yang akan mengubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini ditaksir mencapai Rp53,5 triliun hingga Cilacap.

"Rute ini memang sebelumnya bernama Cigatas, namun berubah menjadi Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Sebetulnya sama, hanya memang rutenya ada penyesuaian karena terkait masalah kondisi kontur medan daripada lokasi tersebut sehingga kita perlu ada penyesuaian," ujarnya di Jakarta, Senin (11/2).

Ia menjelaskan faktor kedua adalah rute program tol tersebut diarahkan untuk tidak semua dekat dengan jalan nasional. Sehingga, pihaknya berencana membawa rute tersebut ke selatan di mana agak lebih menjauh dari posisi jalan nasional.

"Kenapa kita lakukan? Karena untuk pengembangan wilayah selatan agar lebih berkembang lagi, jangan hanya terkonsentrasi di jalan nasional. Itu yang diharapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," tuturnya dalam konferensi pers.

Rencananya arah rute program tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap ini akan melalui Gedebage, Majalaya, kemudian Garut lalu menuju Tasikmalaya. Lanjut lagi nanti pada seksi berikutnya dari Tasikmalaya sampai dengan Cilacap.

"Kita masuk ke selatan Jawa, karena wilayah utara sudah tersambung (Tol Trans Jawa)," kata Adrian.

Program ruas tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama biaya konstruksinya diperkirakan mencapai Rp30,2 triliun. Untuk totalnya, program tol ini dperkirakan bisa mencapai Rp53,5 triliun hingga ke Cilacap.

Sponsored

"Memang terkait ruas tol ini masih terdapat beberapa kajian, mengingat ada beberapa rute yang direncanakan akan dibangun terowongan. Kami berusaha menghindari hal tersebut, karena pembangunan terowongan membutuhkan biaya investasi yang cukup tinggi sehingga kami sedang mencari jalur guna menghindari hal tersebut," katanya.

Sebelumnya pengamat ekonomi Eko Listiyanto dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan medan pegunungan yang berat kemungkinan menjadi salah satu faktor yang membuat biaya pembangunan infrastruktur di jalur selatan Jawa Barat relatif mahal.

Namun ia menilai kendati pembangunan tol di jalur selatan Jawa Barat mahal, hal itu harus dilakukan demi mendorong perekonomian di wilayah tersebut. (Ant).