sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Proyek triliunan rupiah Kementerian Perhubungan 2020

Kementerian Perhubungan bakal menyelesaikan megaproyek pada 2020 bernilai triliunan rupiah berupa pelabuhan dan bandara.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 24 Des 2019 21:48 WIB
Proyek triliunan rupiah Kementerian Perhubungan 2020

Kementerian Perhubungan bakal menyelesaikan megaproyek pada 2020 bernilai triliunan rupiah. Proyek tersebut rata-rata merupakan skema tahun jamak alias multiyears.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sejumlah fasilitas layanan transportasi masih digarap dan bakal rampung pada 2020 berupa pelabuhan dan bandar udara.

"Yang banyak itu pelabuhan dan bandara. Beberapa (bandara) itu ada yang di Toba, di Likupang, di Labuan Bajo," kata Budi Karya saat meninjau kesiapan transportasi laut di Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (24/12).

Bandara Toba yang dimaksud Budi ialah Bandara Sibisa, Kapupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Kemenhub telah menyiapkan anggaran sebesar Rp70 miliar untuk mengembangkan bandara tersebut pada 2020 mendatang.

Salah satu yang dikembangkan ialah landasan pacu atau runway. Rencananya, runway akan diperpanjang menjadi 2.000 meter dengan lebar 30 meter yang semula hanya 1.200 meter.

Selanjutnya, bandara di Likupang ialah Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara. Landas pacu bandara itu akan diperluas menjadi 56.000 meter yang semula hanya 26.000 meter. Target penyelesaian pemugaran itu pada Agustus 2020.

Kemudian, bandara Labuan Bajo yang dimaksud Budi, yakni Bandara Komodo Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah menggandeng pihak swasta dalam memugar bandara tersebut.

Skema investasi pengembangan bandara ini dilakukan melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan total kebutuhan sebesar Rp3 triliun. Dana tersebut terdiri dari belanja modal Rp1,17 triliun dan belanja operasional Rp1,83 triliun.

Sponsored

Salah satu fokus pemugaran yakni penambahan jalur lintasan pesawat yang semula hanya 2.250 meter menjadi 3.200 meter. Penambahan dilakukan agar bandara siap menampung pesawat berbadan lebar.

"Itu (semua bandara) kita akan selesaikan. Karena, saya ditargetkan Pak Presiden untuk lima Bali baru itu untuk selesai 2020 akhir," tutup Budi.

Sementara itu, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) tersebut mengungkapkan sejumlah fasilitas layanan transportasi yang telah rampung dikerjakan pada 2019. Sebagian besar, fasilitas tersebut merupakan bandar udara yang tersebar di Pulau Jawa dan Kalimantan.

"Banyak sekali (fasilitas transportasi selesai pada 2019). Paling besar itu east cross taxiway di Soekarno-Hatta. Itu gede banget, triliunan (nilai proyeknya)," kata Budi.

Diketahui, fasilitas east cross taxiway atau jalur penghubung runway selatan dan runway utara yang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi  beroperasi pada Senin (16/12).

Fasilitas yang dibangun pada Januari 2018 itu memiliki panjang 1.560 meter dengan lebar 60 meter. Fasilitas ini juga dapat dilalui oleh pesawat jenis Airbus A380 jumbo. Proyek ini menelan biaya hingga Rp1,15 triliun.

Selain east cross taxiway, Budi juga menyebut sejumlah bandara yang ada di Kalimantan. "Ada Bandara Samarinda, Bandara Banjarmasin, kan selesai (2019). Banyak sekali yang sudah selesai tahun ini," ucap dia.

Diketahui, bandara Samarinda yang dimaksud Budi ialah Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. Bandara itu, resmi dipugar pada 26 November. Adapun perbaikan difokuskan pada taxiway bandara.

Pengerjaan perbaikan itu tak berlangsung lama. Bandara itu kembali beroperasi pada Senin (16/12). Dalam mengerjakan proyek itu telah menelan biaya Rp3 miliar.

Sedangkan bandara di Banjarmasin yang dimaksud Budi ialah Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin. Bandara tersebut, mulai dipugar pada 18 Mei 2015.

Bandara tersebut mulai beroperasi pada Selasa (10/12). Dalam perencanannya, anggaran yang dihabiskan dalam mengembangkan bandara tersebut mencapai Rp2,3 triliun.

Berita Lainnya