sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Proyeksi perekonomian global tunjukan gejala pemulihan lebih cepat

Revisi outlook perekonomian global turut dipicu oleh menurunnya eskalasi pertumbuhan kasus positif Covid-19.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 19 Okt 2020 14:42 WIB
Proyeksi perekonomian global tunjukan gejala pemulihan lebih cepat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh sejumlah lembaga internasional menunjukkan adanya gejala pemulihan ekonomi secara global.

International Monetary Fund (IMF) misalnya merevisi pertumbuhan ekonomi global dari minus 5,2% ke minus 4,4% oleh. Selain itu, lembaga internasional lainnya yaitu OECD turut merevisi proyeksi perekonomian global dari minus 7,6% ke minus 6% di Juni, dan turun ke minus 4,5% di September.

“Artinya gambaran di beberapa negara terutama di negara advance terjadi pemulihan yang lebih cepat terutama pada kuartal ketiganya,” katanya video conference APBN Kita, Senin (19/10).

Revisi outlook perekonomian global turut dipicu oleh menurunnya eskalasi pertumbuhan kasus positif Covid-19, dan meningkatnya optimisme global seiring progres penemuan vaksin Covid-19.

“Dari semua outlook untuk tahun depan ini diperkirakan dipengaruhi karena mulai adanya ketersediaan vaksin,” ujarnya.

Oleh sebab itu, hingga saat ini masing-masing negara masih terus melakukan konsolidasi. Baik dari fiskal maupun moneter dalam mengelola dan menahan perekonomian yang mengalami terkontraksi cukup dalam.

Hal itu dilakukan karena Covid-19 telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan defisit di berbagai negara tertekan sangat berat sekalipun kepada negara dengan kapasitas fiskal yang baik.

“Kalau kita lihat di negara-negara Eropa, bahkan yang sudah melakukan all out dari policy, pertumbuhan ekonominya tetap mengalami kontraksi yang luar biasa dalam,” ujarnya.

Sponsored

Meski demikian, semua proyeksi pertumbuhan ekonomi global tersebut masih bergantung kepada pengendalian kasus positif Covid-19, dan kekhawatiran munculnya gelombang kedua atau second wave.

"Risiko utama outlook ini masih sama, yaitu apakah Covid-19 bisa dikelola terutama trade atau ancaman munculnya second wave dan apakah ketersediaan vaksin betul-betul jalan sesuai yang diharapkan," ucapnya.

Sementara itu, dengan basis pada perkembangan laju perekonomian pada tahun ini, sejumlah lembaga internasional memproyeksikan perekonomian global akan tumbuh di kisaran 5,2% (IMF, 5,0% (OECD), dan 4,2% (Bank Dunia) pada tahun ini.

"Ini merupakan berita terbaru perkembangan mengenai proyeksi perekonomian dunia oleh lembaga-lembaga internasional," ucapnya.

Berita Lainnya