sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PTPN Grup masuk pasar ritel gula

Hilirisasi ini merupakan bagian dari strategi transformasi bisnis PTPN Grup, untuk ikut berperan dalam menjaga ketersediaan gula konsumsi.

Hermansah
Hermansah Rabu, 05 Agst 2020 21:37 WIB
PTPN Grup masuk pasar ritel gula
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 262022
Dirawat 60064
Meninggal 10105
Sembuh 191853

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak perusahaan PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV, mulai serius masuk ke pasar ritel dengan produk kemasan gula 1 kilogram untuk memenuhi ketersediaan gula sebagai bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat dengan harga yang terjangkau. Hal itu sebagai langkah strategis dalam menjaga pasokan gula konsumsi dan stabilitas harga gula nasional.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani, langkah hilirisasi ini merupakan bagian dari strategi transformasi bisnis PTPN Grup, untuk ikut berperan dalam menjaga ketersediaan gula konsumsi sepanjang tahun dengan harga yang wajar dan menjaga ketahanan pangan nasional menuju swasembada gula.

“Produk gula kemasan ritel 1 kilogram merupakan langkah serius PTPN Grup sebagai bagian bisnis gula yang berkelanjutan sekaligus untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan stabilitas harga di masyarakat,” kata Ghani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/8).

Perseroan memiliki strategi memperkuat komoditas gula dengan cara memperluas areal tanaman tebu dari sekitar 56.000 hektare saat ini, menjadi sekitar 80.000 hektare dengan jalan mengkonversi lahan karet yang dimiliki lahan anak perusahaan, serta bersinergi dengan perusahaan BUMN lain seperti Perum Perhutani.

PTPN Grup menargetkan gula konsumsi tahun ini sebanyak satu juta ton. Produksi itu bersumber dari areal tanaman tebu milik PTPN yakni PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV maupun milik petani tahun ini sekitar 168.000 hektare dan diproyeksikan mampu menghasilkan tebu untuk digiling sebanyak 12,2 juta ton.

“Dengan tingkat rendeman sekitar 8%, kami akan mampu mencapai gula konsumsi sekitar 1 juta ton,” tegas dia. 

Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara Grup Dwi Sutoro menambahkan, dalam masa giling 2020 ini, PTPN Grup memulai dengan kapasitas gula konsumsi kemasan 1 kilogram sekitar 40.000 ton (40 juta pcs). Jumlah ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari rencana strategis PTPN Grup dalam 5-10  tahun ke depan.

Selain itu, PTPN akan tetap menggandeng petani tebu rakyat dalam meningkatkan produksi tebu dengan cara menjaga kestabilan harga di tingkat petani. Dengan cara itu diharapkan minat petani tetap tinggi untuk memproduksi tebu sehingga secara langsung menambah kapasitas gula konsumsi dan menaikkan kesejahteraan petani tebu.

Sponsored

Untuk mencapai target gula konsumsi tersebut, perseroan telah menyiapkan peralatan pabrik dengan maintenance dan investasi peralatan, analisa pendahuluan sampel tebu dan persiapan TMA (tebang, muat dan angkut) untuk menjamin keandalan dan efisiensi giling.

“Dengan perluasan area dan perbaikan kultur teknis, varietas dan tekhnologi, kami bisa memgula konsumsi lebih baik dan besar lagi,” ujarnya.

Berbagai langkah strategi sudah dipersiapkan untuk menembus pasar ritel dengan memfokuskan pada brand atau merek masing-masing anak perusahaan PTPN yang sudah ada (existing) di daerah masing-masing dengan harga terjangkau sesuai ketentuan pemerintah.

Adapun PTPN II dengan area sekitar Sumatera Utara dengan brand Walini, PTPN VII sekitar area Lampung dengan brand Walini, PTPN IX, sekitar area Jawa Tengah, dengan brand Banaran, PTPN X sekitar Jawa Timur dengan brand Dasa Manis, PTPN XI sekitar Jawa Timur dengan brand Gupalas serta PTPN XIV di Sulawesi Selatan dengan brand Gollata.

“Produk kemasan gula ritel PTPN Grup berada di hampir seluruh penjuru Indonesia dengan jumlah produksi yang diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,” kata Dwi.

Mitra UMKM dan koperasi

Jumlah gula konsumsi ritel akan mulai diproduksi dan didistribusikan pada Juli 2020 dan direncanakan sampai musim giling 2021 sekitar Juli 2021. Distribusi dilakukan melalui kemitraaan dengan 65 koperasi dan tujuh pelaku UMKM yang tersebar di enam anak perusahaan di seluruh Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk menggandeng lebih banyak lagi koperasi dan UMKM di masa depan”, ujar Dwi.

Untuk menjaga agar stok gula dapat dijual dengan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi) Rp12.500/kg di level distributor seperti yang sudah ditetapkan pemerintah, PTPN Grup akan menjual kepada distributor, koperasi, maupun mitra bisnis UMKM di bawah harga tersebut. Tentu saja agar koperasi dan pelaku UMKM mendapat keuntungan yang layak.

Berita Lainnya
×
img