sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Raih green building, JIS akan picu pengembangan kawasan publik

JIS mengantongi sertifikat green building level platinum untuk design dan build dari GCBI.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 16 Jul 2021 14:47 WIB
Raih <i>green building</i>, JIS akan picu pengembangan kawasan publik

International & Government Relations Director of Green Building, Tiyok Prasetyoadi, menilai, capaian bangunan ramah lingkungan (green building) level platinum untuk design dan build yang diperoleh Jakarta International Stadium (JIS) bakal memicu pengembangan kawasan publik lainnya.

"Green building tidak tanya bangunan, tapi juga merubah mindset dan merubah pola perilakunya masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7). JIS menjadi ruang publik pertama di Indonesia yang mengusung konsep green building.

Penghargaan tersebut diberikan lembaga sertifikasi Green Building Council Indonesia (GBCI), anggota dari World Green Building Council (WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada, yang beranggotakan 102 negara.

Penilaian greenship level platinum pada design recognition disandarkan kepada enam parameter dan JIS memperoleh skor 91. Perinciannya, appropriate site development (ASD) 12 poin, energy efficiency and conservation (EEC) 24 poin, water conservation (WAC) 18 poin, material resources and cycle (MRC) 2 poin, indoor health and comfort (IHC) 4 poin, dan building environment management (BEM) 3 poin. 

Karenanya, Tiyok berkeyakinan, JIS bakal menjadi simbol pembangunan berkelanjutan di Indonesia sekaligus katalisator generasi urban. Ini dianggap sejalan dengan visi Jakarta, fokus menjadi livable city.

Dia menambahkan, ada beberapa indikator yang meski terpenuhi untuk mendukung ekosistem green building JIS. Pertama, lahan tepat guna atau memiliki akses luas terhadap transportasi publik.

Dalam perencanaannya, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro selaku pengembang sekaligus pengelola bakal melengkapi JIS dengan sarana penunjang berbagai transportasi massal, seperti Transjakarta, LRT, MRT, hingga KRL.

Kedua, sambung Tiyok, JIS juga harus memiliki akses dan ramah bagi pejalan kaki. Langkah ini telah termaktub dalam perencanaan yang ditandai dengan adanya tangga landai (ramp) di sisi timur dan barat JIS.

Sponsored

Berikutnya, efisien energi. Untuk sementara, sekitar 5,4% kebutuhan listrik stadion utama akan memanfaatkan energi terbarukan berupa panel surya dan bakal dikelliling facade yang memiliki selubung bangunan sehingga berdampak positif terhadap sirkulasi udara dan cahaya matahari sekaligus mengurangi pemakaian AC.

Selain itu, konservasi air. Fasilitas JIS kelak disertai fitur berhenti otomatis (auto stop) pada wastafel, keran tembok, dan pancuran (shower). "Semaksimal mungkin air hujan dan air limbah tidak keluar dari JIS," ucapnya.

Kata Tiyok, material ramah lingkungan, kesehatan dalam ruang, dan manajemen lingkungan juga harus dipikirkan. Karenanya, Jakpro berupa terus mengampanyekan budaya pelestarian lingkungan (green attitude) dengan mewajibkan para pengunjung membawa botol minuman sendiri.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PPI), Danis Hidayat Sumadilaga, mengapresiasi pembangunan JIS yang mengusung konsep green building. Pangkalnya, tren global pembangunan perkotaan membawa tantangan yang kompleks sehingga menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan sangat penting.

Menurutnya, pembangunan juga harus memberikan dampak terhadap lingkungan sehingga mendorong peningkatan pada suatu lingkungan yang sehat, kesiapan perubahan iklim, dan mitigasi bencana. Banyak aspek yang dapat menjadikan suatu bangunan menjadi green building, di antaranya bentuk dan orientasi, desain fasad, sistem pencahayaan dan pengondisian udara, sistem transportasi vertikal, serta manajemen limbah dan air bersih.

"Aspek-aspek desain ini dapat diekspolasi lebih lanjut dalam desain Jakarta International Stadium," jelas Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.

Jakpro pun tengah menyiapkan berbagai syarat tambahan agar JIS dapat memperoleh sertifikat kategori bangunan baru (sertifikat final).

Berita Lainnya