sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Realisasi belanja kementerian/lembaga melebihi pagu APBN

Realisasi belanja kementerian dan lembaga (K/L) sepanjang 2019 mencapai Rp876,4 triliun

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 07 Jan 2020 18:21 WIB
Realisasi belanja kementerian/lembaga melebihi pagu APBN

Kementerian Keuangan menyatakan realisasi belanja kementerian dan lembaga (K/L) sepanjang 2019 mencapai Rp876,4 triliun atau 102,4% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yaitu Rp855,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi belanja K/L tersebut tumbuh 3,5% (year on year/yoy) dibandingkan 2018 sebesar Rp846,6 triliun yang mencapai 99,9% dari target APBN yakni Rp847,4 triliun.

Sri Mulyani mengatakan realisasi belanja K/L yang melebihi target ini disebabkan karena pemerintah menjalankan skema counter cyclical untuk menunjang pertumbuhan ekonomi meski shortfall pajak terus melebar di 2019.

“Kualitas dari belanja ini terlihat dari output dan target yang dicapai di bidang yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan rakyat,” katan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa.

Dia pun menuturkan, dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi, pihaknya melakukan revisi pagu belanja untuk menambah belanja pegawai, kenaikan bantuan sosial (bansos), dan dana penanggulangan bencana.

Belanja K/L ini terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp248,9 triliun untuk kenaikan tunjangan kinerja seiring dengan capaian reformasi birokrasi serta belanja barang Rp333,5 triliun.

Kemudian, belanja modal sebesar Rp180,9 triliun untuk meningkatkan produktivitas dan iklim investasi, membiayai proyek infrastruktur, dan pemerataan pembangunan dan perbaikan konektivitas antar wilayah.

Termasuk untuk dana bansos sebesar Rp113,1 triliun untuk peningkatan manfaat PKH, pemberian bantuan pangan nontunai, dan penanganan bencana.

Sponsored

Peningkatan belanja K/L sendiri tercermin dari realisasi penyerapan anggaran di beberapa kementerian yang melampaui target.

Sri Mulyani juga menuturkan realisasi belanja tersebut berhasil mewujudkan output strategis seperti pada sektor infrastruktur yaitu berupa pembangunan jalan baru sepanjang 350,6 kilometer (km) dari target 480,1 km dan pembangunan jembatan 15.721,4 km dari target 18.581 km.

“Ada juga pembangunan empat bandara dari target lima dan jalur kereta api sepanjang 320,3 km’sp dari target 505,1 km’sp,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi pembangunan sumber daya manusia di bidang pendidikan telah terealisasi Program Indonesia Pintar untuk 20,6 juta siswa dari target 20,1 juta siswa dan penyaluran beasiswa bidik misi kepada 443.700 mahasiswa dari target 463.600 mahasiswa.

Kemudian, penyaluran Bantuan Operasional Sekolah kepada 8,7 juta siswa dari target 8,93 juta siswa dan sertifikasi guru kepada 40.400 orang dari target 40.000 pengajar.

Selanjutnya, dari sisi bidang kesehatan dan perlindungan sosial telah terealisasi untuk peserta Penerima Bantuan Iuran–Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) sebanyak 96 juta jiwa dari target 96,8 juta jiwa dan penugasan tenaga kesehatan kepada 4.464 orang dari target 4.450 orang.

Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 9,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari target 10 juta KPM dan bantuan pangan non-tunai untuk 15,3 juta KPM dari target 15,6 juta KPM.

Sri Mulyani menyebutkan terdapat 10 kementerian yang mendapat pagu terbesar dan penyerapannya cukup baik seperti Kementerian PUPR 93,%, Kementerian Pertahanan 105,8%, Polri 114%, Kementerian Agama 104,4%, dan Kementerian Sosial 98%.

Selanjutnya, Kementerian Kesehatan 113,7%, Kementerian Keuangan 90,8%, Kementerian Perhubungan 97%, Kementeran Riset dan Teknologi 108%, Kementerian Pendidikan dan Budaya 101%.

Sri Mulyani menuturkan untuk realisasi belanja negara keseluruhan sepanjang 2019 mencapai Rp2.310,2 triliun atau 93,9% dari pagu APBN yaitu Rp2.461,1 triliun dan lebih tinggi 4,4% (yoy) dari 2018 sebesar Rp2.2131,1 triliun.

“Jadi APBN tersalurkan untuk masyarakat dan manfaatnya untuk masyarakat juga,” ujarnya.

Berita Lainnya