sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Realisasi investasi sektor energi diperkirakan hanya capai 70% dibandingkan 2019

Jumlah tersebut diperkirakan mencapai US$22 miliar hingga US$23 miliar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 14 Des 2020 18:08 WIB
Realisasi investasi sektor energi diperkirakan hanya capai 70% dibandingkan 2019

Pandemi Covid-19 memukul seluruh sektor perekonomian, tak terkecuali sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Kementerian ESDM memperkirakan, realisasi investasi di sektor energi akan mengalami perlambatan tahun ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, pada 2019, realisasi investasi di sektor ESDM mencapai US$32 miliar.

"Namun, di tahun ini, investasi yang kami rekapitulasi baru mencapai US$18 miliar," kata Ego, Senin (14/12).

Pihaknya pun memproyeksikan hingga akhir tahun, realisasi investasi di sektor ESDM hanya mencapai 70% dibandingkan 2019. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai US$22 miliar hingga US$23 miliar.

Perlambatan realisasi investasi di sektor energi tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir seluruh negara di dunia menurutnya mengalami hal yang sama.

Namun, untuk realisasi investasi pada 2021, pihaknya memandang optimistis ekonomi bisa bangkit kembali dan menarik kembali investasi ke sektor energi. Kementerian ESDM memperkirakan target investasi energi 2021 sebesar US$37,2 miliar bisa tercapai.

"Dari target tersebut, yang paling dominan memang investasi dari sektor minyak dan gas sebesar US$18 miliar, lalu tenaga listrik US$9,9 miliar, mineral dan batu bara US$6,4 miliar, dan energi baru terbarukan US$2,9 miliar," tutur dia.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan terus melakukan berbagai penyempurnaan regulasi. Ke depan, arah kebijakan energi nasional bukan lagi sekedar untuk mencari pendapatan, tetapi, energi sebagai penggerak pembangunan.

Sponsored

Pihaknya, kata Ego, tengah menyusun grand strategy untuk mengurangi impor bahan bakar minyak, minyak mentah, dan mendorong pembangunan infrastruktur energi kelistrikan. Terakhir yang paling penting, adalah mempercepat pembangunan energi baru terbarukan yang baurannya ditargetkan mencapai 23% di 2025.

"Salah satunya pembangkit listrik solar yang akan jadi prioritas pengembangan EBT beberapa tahun ke depan," ucapnya. 

Berita Lainnya