close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, melaporkan capaian realisasi investasi kuartal III-2022 secara daring, Senin (24/10/2022). Alinea.id/Erlinda PW
icon caption
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, melaporkan capaian realisasi investasi kuartal III-2022 secara daring, Senin (24/10/2022). Alinea.id/Erlinda PW
Bisnis
Senin, 24 Oktober 2022 11:49

Realisasi investasi triwulan III-2022 tembus Rp307,8 T, PMA catatkan rekor

Investasi terbesar dikucurkan di Jawa Barat dengan nilai Rp166,3 T, lalu DKI Jakarta dan Riau.
swipe

Realisasi investasi pada kuartal III-2022 tumbuh positif karena naik 1,9% atau mencapai Rp307,8 triliun jika dibandingkan kuartal sebelumnya sebesara Rp302 triliun. Secara tahunan, capaian tersebut juga meningkat 42,1% year on year (yoy).

Dari segi lapangan kerja, realisasi investasi pada kaurtal III-2022 menyerap 325.575 tenaga kerja. Dengan demikian, naik 12,8% daripada periode sama tahun sebelumnya (yoy).

"Target kami insyaallah Rp1.200 triliun akan bisa kita capai dan data ini betul-betul lewat LKPM (laporan kegiatan penanaman modal) online berdasarkan OSS (Online Single Submission) berbasis UU Cipta Kerja. Jadi, ini sudah lebih transparan dan data bisa dipertanggungjawabkan," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam paparannya secara daring, Senin (24/10).

Bahlil melanjutkan, besaran penanaman modal asing (PMA) pada kuartal III-2022 mencapai Rp168,9 triliun atau setara 54,9%. Artinya, meningkat 3,5% dibandingkan triwulan sebelumnya.

"PMA ini terbesar sepanjang sejarah. Ini luar biasa sekali. Jadi, PMA tumbuh 63,6%," ucapnya.

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp138,9 triliun atau 45,1% dari total investasi. Dengan demikian, jumlahnya menurun 0,05% dibandingkan kuartal lalu.

Menurut Bahlil, PMA meningkat imbas stabilitas politik dalam negeri dan konsistensi pemerintah membentuk kebijakan investasi. Langkah-langkah tersebut diklaim membuat investor tertarik menanamkan modalnya di Indonesia.

Ditinjau dari persebarannya, investasi di luar Jawa mencapai Rp166,3 triliun atau setara 54%. Adapun nilai penanaman modal di Jawa sebesar Rp141,5 triliun atau 46%.

Meskipun demikian, Jawa Barat (Jabar) masih memimpin nilai investasi dengan capaian Rp44,9 triliun (14,6%). Lalu, DKI Jakarta Rp28,4 triliun (9,2%), Riau Rp27,5 triliun (8,9%), Jawa Timur (Jatim) Rp25,9 triliun (8,4%), dan Sulawesi Tengah Rp24,3 triliun (7,9%).

"Jawa Barat ini selalu unggul karena pemerintahannya sangat responsif, kawasan-kawasannya strategis, dan harus diakui bahwa produktivitas tenaga kerjanya bagus," ujarnya. 

Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi sektor investasi tertinggi pada triwulan III-2022 dengan nilai Rp44 triliun (14,3%). Tertinggi kedua ditempat sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp32,5 triliun (10,6%); disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp28,9 triliun (9,4%); sektor pertambangan Rp28,3 triliun (9,2%); dan sektor listrik, gas, dan air Rp27,3 triliun (8,8%).

"Ini menjadi bukti, ya, kalau adanya hilirisasi industri berjalan. Industri logam ini sebenarnya mesin. Jadi, orang bangun pabrik-pabrik di sini ini dan pertambangan juga masif sejalan dengan hilirisasi ini," tutur Bahlil.

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan