logo alinea.id logo alinea.id

Realisasi pajak hanya 31,48% hingga bulan kelima 2019

Penerimaan pajak hingga akhir Mei 2019 mencapai Rp496,65 triliun.

Soraya Novika
Soraya Novika Jumat, 21 Jun 2019 19:47 WIB
Realisasi pajak hanya 31,48% hingga bulan kelima 2019

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak hingga akhir Mei 2019 mencapai Rp496,65 triliun. Meski tumbuh 2,43% dibanding periode yang sama tahun lalu, namun realisasi ini baru mencapai 31,48% dari target.

"Realisasi penerimaan pajak yang terhimpun di kas negara sampai dengan tanggal 31 Mei 2019 ini cukup menarik, namun tidak dapat serta-merta diinterpretasikan sebagai cerminan kondisi ekonomi keseluruhan. Mengingat banyak faktor yang turut mempengaruhi penerimaan pajak," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

Penerimaan pajak itu terdiri atas pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), serta pajak bumi dan bangunan (PBB) dan sumber pajak lainnya. Penerimaan terbesar disumbang pajak penghasilan sebesar Rp320,49 triliun atau 35,83% dari target APBN sebesar Rp894,45 triliun. Angka ini tumbuh 6,77% dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Pajak penghasilan ini terdiri dari pajak minyak dan gas (migas) yang tumbuh 3,73% menjadi Rp26,35 triliun atau 39,83% terhadap target. Pajak non migas yang tumbuh 7,05% menjadi Rp294,14 triliun atau 35,51% dari target.

Penerimaan perpajakan juga disumbang dari PPN dan PPnBM sebesar Rp173,31 triliun atau 26,44% dari target Rp655,39 triliun. Namun, penerimaan ini mengalami penurunan 4,41% dari tahun lalu.

Selanjutnya, penerimaan PBB dan pajak lainnya menyumbang sebesar Rp2,85 triliun atau 10,29% dari target Rp27,71 triliun. Namun, penerimaan ini juga mengalami penurunan 16,66% dari tahun lalu.

Besarnya realisasi penerimaan pajak penghasilan disebut Sri Mulyani terpengaruh oleh membaiknya kondisi ketenagakerjaan Indonesia. Pada awal 2019, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat menurun dibanding periode sebelumnya yang mencapai 5,13% menjadi 5,01%.

"Kinerja PPh juga didorong oleh penyerapan belanja barang yang tumbuh 16,89% (yoy) serta tren positif peningkatan kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi pasca-pelaporan SPT Tahunan," tuturnya.

Sponsored

 

 

Penerimaan kepabeanan dan cukai

Di sisi lain, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp72,67 triliun atau 34,30% dari target APBN 2019 atau tumbuh 35,11% dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy).

Perbaikan kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut terutama ditopang oleh penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) dan cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang tumbuh masing-masing sebesar 60,17% (yoy) dan 27,79% (yoy).

Pertumbuhan ini merupakan dampak kebijakan relaksasi pelunasan pemesanan pita cukai, tidak adanya kenaikan tarif CHT pada tahun 2019, serta keberhasilan penertiban cukai berisiko tinggi dalam mengurangi peredaran hasil tembakau dan MMEA ilegal.