sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Realisasi program PEN sudah capai Rp500 triliun

Dua klaster di dalam Program PEN mencatat pencapaian lebih dari 90%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 30 Des 2020 10:10 WIB
Realisasi program PEN sudah capai Rp500 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Progres realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tercatat telah mencapai Rp502,71 triliun atau 72,3% dari total anggaran Rp695,2 triliun hingga 23 Desember 2020. Pemerintah menyampaikan akan terus berupaya memaksimalkan penyaluran program PEN hingga akhir tahun 2020, untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat sekaligus sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional, dan penanganan Covid-19 bidang kesehatan.

Dua klaster di dalam Program PEN mencatat pencapaian lebih dari 90%, yaitu klaster perlindungan sosial yang mencapai 94,7% atau sebesar Rp217,99 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp230,21 triliun, dan klaster UMKM yang mencapai realisasi sebesar 92,8% atau Rp107,93 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp116,31 triliun.

Selanjutnya, klaster sektoral K/L dan pemda mencapai realisasi 88,1% atau Rp59,77 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp67,86 triliun, klaster kesehatan realisasinya mencapai 54,4% atau Rp54,13 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp99,5 triliun. 

Kemudian klaster intensif usaha mencapai realisasi sebesar 45,4% atau Rp54,73 trililun dari alokasi anggaran sebesar Rp120,61 triliun, dan yang terakhir klaster pembiayaan korporasi mencapai realisasi sebesar 13,4% atau sebesar Rp8,16 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp60,73 triliun.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, realisasi program PEN menunjukkan akselerasi yang terus meningkat pada kuartal IV-2020, mencapai Rp184,3 triliun jika dibandingkan dengan realisasi per 30 September 2020 sebesar Rp318,48 triliun.

"Dua klaster dengan peningkatan realisasi tertinggi adalah klaster perlindungan sosial dan dukungan sektor UMKM, dengan capaian di atas 90%. Di dalam kedua klaster ini terdapat sejumlah program yang telah mencapai realisasi 100%,” kata Kunta dalam keterangan resminya, Rabu (30/12).

Program-program pada klaster perlindungan sosial yang telah mencapai realisasi 100% di antaranya adalah Program Keluarga Harapan dan Bantuan Beras, Kartu Sembako dan Bantuan Tunai, Bansos Jabodetabek, dan Bansos Tunai Non Jabodetabek. Lalu Bantuan Subsidi Upah/Gaji, Bantuan Subsidi Upah/Gaji Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS di Kemendikbud dan Kemenag.

Selebihnya, progres realisasi di klaster perlindungan sosial seperti Kartu Pra Kerja mencapai 99,5%, yang telah mencapai 5,6 juta penerima manfaat sesuai target, dan program diskon listrik mencapai 84,4%. Hanya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang realisasinya mencapai 64,43%.

Sponsored

Program PEN klaster perlindungan sosial ini telah memberikan manfaat bagi 67,54 juta keluarga penerima manfaat bantuan sosial, baik berupa sembako dan bantuan langsung tunai.

Selain itu, jaring pengaman sosial ini juga bermanfaat bagi 5,6 juta penerima manfaat Kartu Pra Kerja, 31,4 juta rumah tangga yang mendapat manfaat diskon listrik, 12,4 juta tenaga kerja melalui program Bantuan Subsidi Upah/Gaji.

Bantuan juga bermanfaat bagi 44,3 juta murid dan pengajar yang mendapat subsidi kuota internet, 1,95 juta guru dan tenaga pendidik honorer di lingkungan Kemendikbud, serta 618 ribu guru dan tenaga pendidik honorer di lingkungan Kemenag yang juga mendapat bantuan upah sebesar Rp1,8 juta.

"Dukungan pemerintah pada dunia usaha khususnya pelaku UMKM juga tergambarkan melalui capaian realisasi anggaran yang tinggi," ujarnya.

Beberapa program yang mencapai realisasi 100% pada klaster UMKM adalah Bantuan Produktif Pelaku Usaha Mikro, Restrukturisasi Kredit UMKM, dan Pembiayaan Investasi Melalui LPDB KUMKM. Program lain seperti Penjaminan Kredit UMKM mencapai 99,52%, pph Final UMKM 96,10%, dan Subsidi Bunga mencapai realisasi sebesar 63%.

Adapun manfaat program PEN klaster UMKM ini dirasakan secara langsung oleh 12 juta pelaku usaha mikro, dengan rincian 101.000 nasabah UMKM melalui skema pembiayaan investasi LPDB, 4,6 juta debitur melalui skema restrukturisasi kredit UMKM, 22,18 juta debitur yang memanfaatkan subsidi bunga UMKM, 761.000 debitur mendapat penjaminan kredit UMKM, dan 233.000 UMKM yang memanfaatkan keringanan wajib pajak.

Berita Lainnya