sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai dipasang

KCJB merupakan proyek strategis nasional. Proyek ini menjadi simbol persahabatan antara negara Indonesia dengan China.

Hermansah
Hermansah Rabu, 20 Apr 2022 18:44 WIB
Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai dipasang

Instalasi rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai dipasang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri langsung pemasangan perdana rel KJCB di Depo Tegaluar, Jawa Barat, hari ini. 

Budi Karya mengatakan, KCJB merupakan proyek strategis nasional. Proyek ini menjadi simbol persahabatan antara negara Indonesia dengan China. 

"Proyek ini menggunakan teknologi transportasi yang pertama kali ada di Asia Tenggara. Saya bangga dan apresiasi dengan apa yang sudah dilakukan dengan memasang rel menggunakan teknologi yang tinggi," kata Budi Karya, Rabu (20/4).

Pemasangan rel menggunakan teknologi berbeda dengan proyek kereta api lain di Indonesia. Sebelum dipasang, terlebih dahulu rel disambung per 50 meter menjadi rel utuh sepanjang 500 meter. Dengan cara ini, durasi pemasangan rel secara keseluruhan menjadi lebih cepat.

Penggunaan teknologi baru ini, kata Budi, merupakan pengetahuan baru bagi anak bangsa. "Proses transfer knowledge telah terjadi. Insha Allah ke depan ini akan menjadi keahlian dari bangsa kita," jelas dia.

Proyek KCJB ditargetkan bisa diuji coba tes dinamis pada akhir 2022. "Diharapkan Bapak Presiden Joko Widodo dan Presiden Tiongkok akan bersama-sama melakukan uji coba," ujar Menhub.

Budi Karya meminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), khususnya konsorsium BUMN baik Indonesia maupun Tiongkok, terus bersinergi menyelesaikan proyek KCJB sesuai target. Tentu dengan tetap mengutamakan pemenuhan kualitas pekerjaan serta keselamatan kerja. 

Dirut PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan, proyek KCJB sudah mencapai 82%. Targetnya, kereta bisa dioperasikan pada 2023. Saat ini para masinis yang hendak mengoperasikan kereta tengah latihan.

Sponsored

Biaya membengkak

Kereta Cepat Jakarta-Bandung dibangun sepanjang 142,3 km dari Stasiun Halim, Jakarta Timur, sampai dengan Depo Tegaluar, Jawa Barat. Pembangunan molor karena terjadi pembengkakan biaya atau cost overrun senilai US$1,675 miliar atau setara dengan sekitar Rp24 triliun. 

Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet mengatakan, hasil pengkajian perusahaan tersebut lebih rendah dari hasil perhitungan awal sebelumnya yakni US$2,8 miliar. Ke depannya, Dwiyana menyebut pengkajian pembengkakan biaya megaproyek tersebut akan terus dilakukan. 

"Kita sudah mengusulkan ada cost overrun di angka US$1,675 billion (Rp24 triliun). Itu pun dalam proses berikutnya masih akan kita koreksi. Jadi angka cost overrun itu berkembang, perhitungan awal itu malah sampai US$2,8 miliar," jelas Dwiyana, Selasa (12/4).

Dwiyana mengatakan, hasil kajian PT KCIC itu disampaikan ke Kementerian BUMN dan Komite Kereta Cepat. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga menyigi biaya pembengkakan. 

Semula, hasil kajian BPKP ditargetkan diberikan ke Komite Kereta Cepat pada Maret lalu. Tetapi, hingga saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku belum mendapatkan hasil kajian ulang tersebut. 

Kendati demikian, Dwiyana mengatakan, saat ini BPKP telah memberikan hasil review kepada Kementerian BUMN. Nantinya, hasil review itu akan diberikan ke Komite Kereta Cepat, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. 

Biaya awal pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ini sebesar US$6,07 miliar atau Rp86,5 triliun. Dengan adanya pembengkakan anggaran menjadi US$8 miliar, berarti terdapat kenaikan US$1,9 miliar (Rp27,09 triliun).

Berita Lainnya