logo alinea.id logo alinea.id

Relokasi pabrikan dunia ke Indonesia jadi peluang genjot ekspor

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan Indonesia harus terus mencari peluang ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 19 Agst 2019 15:41 WIB
Relokasi pabrikan dunia ke Indonesia jadi peluang genjot ekspor

Kementerian Perdagangan menyatakan Indonesia harus terus mencari peluang ekspor di tengah kondisi ekonomi global yang tak menentu dan perang dagang yang semakin panas.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan perang dagang AS dan China akan berlangsung cukup panjang, bahkan sampai Pemilu AS tahun 2020. Hal tersebut membuat pertumbuhan ekspor di Indonesia akan semakin sulit. 

Enggar menilai, di tengah situasi ini, peluang besar yang sudah terbuka yakni Indonesia menjadi negara tujuan relokasi pabrikan perusahaan multinasional. Sebelumnya, beberapa perusahaan elektronik ternama bahkan sudah menyatakan komitmen untuk merelokasi pabrik ke Indonesia. Sebut saja Sharp, Apple, dan Panasonic. 

“Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kalau kita harus mencari opportunity dari situ,” kata Enggar di Jakarta, Senin (19/8).

Enggar menjelaskan relokasi industri perusahaan multinasional menjadi peluang Indonesia untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekspor di Indonesia. Sehingga pemerintah juga akan memberikan berbagai insentif dan mempermudah perizinan agar banyak perusahaan multinasional yang mau membangun pabriknya di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara tujuan relokasi industri perusahaan multinasional. Hal tersebut karena Indonesia adalah negara satu-satunya di kawasan ASEAN yang masuk dalam anggota G20. 

Luhut menilai Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga lainnya, seperti Thailand dan Vietnam untuk menjadi negara tujuan dari relokasi industri tersebut.

"Saingan kita sekarang itu negara Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Nah kita bersaing dengan mereka agar relokasi tidak kesana," kata Luhut.

Sponsored

Seperti diketahui, China, Chile, dan Kanada adalah negara-negara yang paling terdampak dari perang dagang AS-China. Penurunan impor ketiga negara tersebut bahkan mencapai US$20 miliar.