sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rencana merger dengan Hutchison 3 Indonesia belum pengaruhi bisnis Indosat

Masih sangat awal untuk menilai dampak MoU tersebut pada bisnis dan operasi perseroan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 12 Jan 2021 12:40 WIB
Rencana merger dengan Hutchison 3 Indonesia belum pengaruhi bisnis Indosat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Manajemen PT Indosat Tbk. (ISAT) mengatakan, belum ada dampak secara langsung ke perseroan terkait rencana merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia.

Director and Chief Financial Officer Indosat Eyas Naif Assaf mengatakan, saat ini tahapan memorandum of understanding (MoU) dengan Hutchison 3 Indonesia masih berada pada tahap awal. Sehingga, masih sangat awal untuk menilai dampak MoU tersebut pada bisnis dan operasi perseroan.

"Namun sampai saat ini bisnis perseroan berjalan seperti biasa. Tidak ada dampak terhadap operasional, finansial, maupun bisnis lainnya," kata Eyas, dalam konferensi pers Indosat, Selasa (12/1).

Selain itu, karena masih dalam tahap awal, belum ada detail atau kesepakatan mengenai bentuk atau investasi dan jaringan kemungkinan merger tersebut dari kedua belah pihak.

Director and Chief Operating Officer Indosat Vikram Sinha mengatakan, pihaknya mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia untuk melakukan merger ini.

"Kami sangat senang pemerintah mengendorse kemungkinan ini dan menganggap baik bagi pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia," ujar dia.

Seperti diketahui sebelumnya, perusahaan pengendali Indosat, yaitu Ooredoo asal Qatar, pada 28 Desember 2020 mengumumkan telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan CK Hutchison Holding Limited.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut sehubungan dengan transaksi potensial untuk menggabungkan kedua bisnis usaha perseroan di Indonesia, yaitu Indosat dan Hutchison 3 Indonesia. Masa eksklusivitas MoU tersebut berlaku sampai 30 April 2021.

Sponsored
Berita Lainnya