logo alinea.id logo alinea.id

RI-AS kerja sama pengembangan pesawat tanpa awak

Pesawat tanpa awak atau drone memiliki peranan penting di negara kepulauan seperti Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 15 Mei 2019 12:39 WIB
RI-AS kerja sama pengembangan pesawat tanpa awak

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memulai kerja sama di bidang penerbangan. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program United State-Indonesia Aviation Working Group (AWG).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti mengatakan salah satu yang dibahas dalam program kerja sama ini yaitu mencari solusi dari perkembangan pesawat tanpa awak (Unmanned Aircraft System/UAS) atau biasa disebut drone.

“Seperti yang kita ketahui, bahwa pengoperasian UAS telah memberikan sejumlah manfaat di berbagai sektor, oleh karena itu pemerintah perlu mendukung pengoperasian UAS yang berkelanjutan yang sesuai dengan aturan tanpa mengesampingkan keselamatan dan keamanan,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/5).

Polana mengatakan saat ini, tantangan bagi regulator yakni mengatur manajemen lalu lintas udara, terutama dalam hal pengintegrasian antara pesawat berawak dan tak berawak dengan aman dan efisien.

Duta besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengatakan industri penerbangan punya peranan penting dalam pembangunan Indonesia. Hal ini mengingat kondisi geografis Indonesia yang memiliki ribuan pulau.

Donovan mengatakan, pengaplikasian teknologi dalam industri penerbangan perlu dilakukan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital dan e-commerce serta meningkatkan reliabilitas pembangunan ekonomi dan infrastruktur.

“Drone atau pesawat tanpa awak, sangat efisien dan efektif menjangkau daerah atau kawasan-kawasan remote yang memang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, drone memiliki potensi untuk mendorong industri penerbangan Indonesia. Hal ini, katanya tentu tidak terlepas dari regulasi dan strategi yang diterapkan oleh stakeholder dan regulator. 

Sponsored

“Amerika tertarik dan berkomitmen untuk mendorong industri penerbangan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya dukungan dari private sector company, pemerintah, stakeholder seperti FAA, TSA dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan AS,” tuturnya. 

Dalam pertemuan Strengthening Aviation By Incorporating Innovative Technology In Indonesia, turut dihadiri Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan, Commercial Counselor Rosemary Gallant, Direktur FAA Regional Asia Pasifik, Carey Fagan, Perwakilan FAA Asia Tenggara, James Spillane, Sesditjen Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono.