logo alinea.id logo alinea.id

RI-Belanda teken kerja sama ekspor bahan makanan

Indonesia dan Belanda sepakati kerja sama ekspor yang berlaku lima tahun ke depan.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 22 Mei 2019 17:25 WIB
RI-Belanda teken kerja sama ekspor bahan makanan

Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Belanda sepakat melanjutkan kerja sama ekspor produk bahan makanan (natural ingredients) lokal. Kerja sama dituangkan melalui penandatananan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perindustrian RI dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI). CBI merupakan badan di bawah Kementerian Luar Negeri Belanda.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama periode sebelumnya antara CBI Belanda dengan Ditjen KPAII Kemenperin tentang MoU on Industrial Technical Cooperation berikut juga Technical Arrangement untuk Engineering Sector dan Food Ingredients Sector. Kerja sama yang ditandatangani pada April 2013 itu telah berakhir pada April 2018.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Restu Yuni Widayati mengatakan MoU ini berlaku selama lima tahun (2019 – 2023). Kerja sama fokus pada kelompok produk seaweed extracts, essential oils, dan plant extracts yang akan menyasar pasar kosmetik dan makanan (suplemen) di Eropa. 

“Jadi, kali ini terkait peningkatan daya saing ekspor produk industri di sektor natural ingredients,” kata Restu dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (22/5).

Menurut Restu, produk natural ingredients Indonesia memiliki potensi besar untuk masuk Eropa. Indonesia memiliki kapasitas produksi yang besar. Meskipun demikian, daya saing masih menjadi tantangan bagi produsen natural ingredients Indonesia untuk memasuki pasar Eropa.

Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Ferdinand Lahnstein mengatakan natural ingredients digunakan secara luas di berbagai produk makanan (suplemen) dan produk kosmetik. Salah satu pasar utama di dunia untuk produk makanan dan produk kosmetik adalah Eropa. 

“Kawasan Eropa, secara tradisional, telah bertumbuh sebagai pasar potensial bagi produsen natural ingredients dengan tingginya tingkat permintaan untuk berbagai variasi produk yang dibuat dari bahan tersebut,” katanya.

Plt. Direktur Jenderal KPAII Kemenperin Ngakan Timur Antara menyatakan, Belanda merupakan mitra penting Indonesia untuk kerja sama ekonomi di kawasan Eropa. Untuk itu, keduanya terus berupaya meningkatkan kemitraan dan kerja sama ekonomi yang komprehensif.

Sponsored

“Ke depan, untuk mendorong penetrasi produk natural ingredients, utamanya ke pasar Eropa, kolaborasi dengan mitra internasional seperti ini akan terus diperkuat. Kemenperin juga akan mengembangkan program-program pendampingan sebagai dukungan pemerintah bagi pelaku industri,” paparnya.

Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-16 di dunia merupakan salah satu mitra ekonomi utama bagi Belanda. Nilai perdagangan kedua negara mencapai US$5,1 miliar pada tahun 2018 dengan surplus di sisi Indonesia sebesar US$2,6 miliar.