sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ridwan Kamil sebut lockdown bikin ekonomi hancur

Penggunaan masker di tengah aktivitas tidak berdampak kepada perekonomian masyarakat seperti penerapan lockdown.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 27 Jul 2020 12:56 WIB
Ridwan Kamil sebut lockdown bikin ekonomi hancur
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, lockdown  atau yang lebih dikenal di dalam negeri dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memiliki dampak yang lebih buruk terhadap perekonomian apabila dibandingkan dengan penggunaan masker di tengah aktivitas masyarakat.

Meski sama-sama mengurangi dampak penyebaran Covid-19, menurut dia, penggunaan masker di saat beraktivitas tidak berdampak kepada perekonomian masyarakat seperti penerapan lockdown.

"Oleh karena itu kami pakai kajian dari Goldman Sachs bahwa lockdown dengan pakai masker itu sama, menurunkan epidemiologi Covid-19. Bedanya, lockdown menambah hancur ekonomi, kalau pakai masker tidak," kata Emil, sapaan Ridwal Kamil, dalam video conference, Senin (27/7).

Untuk itu, dia mengatakan, telah membuka perekonomian secara luas di Jawa Barat guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat selama masyarakat menggunakan masker secara ketat.

Dia pun menuturkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan aturan sanksi berkenaan pelanggaran penggunaan masker, yaitu dengan memberlakukan denda sebesar Rp100.000 hingga Rp150.000. 

"Makanya sekarang kami buka semua ekonomi di Jabar, asal warganya tertib pakai masker. Surveinya masih 50%. Tetapi per 27 Juli kami mulai berlakukan denda ke mereka. Bagi yang tidak mengenakan masker didenda Rp100.000 hingga Rp150.000. Bukan buat cari uang. Sekadar instrumen menegakkan disiplin," ujarnya.

Pembukaan ekonomi tersebut dilakukan usai Pemprov Jabar menerapkan PSBB selama tiga minggu dan diklaim berhasil menurunkan tingkat penambahan kasus baru.

Oleh karena itu, Jabar menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan membuka ekonomi mulai dari risiko kesehatan rendah yakni, sektor industri, perkantoran, pertanian. Kemudian pembukaan ekonomi risiko kesehatan tinggi yakni, perdagangan, mal, dan pariwisata.

Sponsored

"Hari ini pendidikan belum, karena masih dikaji zona hijau. Kami punya 10 juta anak-anak yang harus dilindungi," tambahnya.

Sementara itu, Ridwan mengatakan positivity rate di Jabar berada di angka 4,7%. Di mana tambahan kasus per hari berada di kisaran 60 dan 70 kasus baru. "Kasus kami di bawah 100, ada 70, 60. Bisa diklaim terkendali," ucapnya.

Berita Lainnya