sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Krakatau Steel ajukan dana talangan US$200 juta

Dana talangan akan digunakan guna menggerakkan industri hilir.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 08 Jul 2020 18:57 WIB
Krakatau Steel ajukan dana talangan US$200 juta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

Emiten baja PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) mengajukan dana talangan sebesar US$200 juta atau setara dengan Rp3 triliun kepada pemerintah. Dana talangan tersebut akan digunakan guna menggerakkan industri hilir melalui relaksasi pembayaran konsumen perusahaan yang utamanya adalah industri hilir baja dan industri pengguna baja..

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan selain menggerakkan industri hilir, dana talangan tersebut juga akan digunakan untuk menjaga kontinuitas produksi dan pasokan barang jadi ke konsumen.

"Dana talangan tersebut untuk mendukung industri hilir dan pengguna baja. Saat ini Krakatau Steel hanya memproduksi baja sampai cold rolled steel (CRC). Produk baja turunan diolah industri hilir, sementara saat ini industri hilir dalam kondisi kesulitan," kata Silmy dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (8/7).

Silmy mencermati, kesulitan industri hilir baja saat ini terletak pada terbatasnya fasilitas dan dana yang mereka miliki. Modal kerja yang dimiliki industri hilir tergerus oleh upaya yang mereka lakukan untuk mempertahankan operasional.

Emiten berkode KRAS tersebut akan menggunakan dana talangan sehingga dapat memberikan relaksasi pembayaran ke konsumen yang menggerakkan pasar industri hilir. Dengan demikian, lanjutnya, akan terjadi peningkatan penjualan KRAS sebesar 6% hingga 7%.

KRAS mengakui memiliki kekhawatiran apabila industri hilir mati. Pasalnya, jika industri hilir mati, maka industri hulu juga secara perlahan terancam mati, termasuk KRAS yang bisa kehilangan pesanan.

Silmy menyebut hingga kuartal II-2020 saja telah terjadi penurunan pesanan secara signifikan hingga 60% dari kondisi normal. Hal ini menjadi kekhawatiran KRAS akan kelangsungan industri hilir dan pengguna baja.

"Kami pertahankan supaya mereka (industri hilir) tidak mati, sebab dampak ekonominya besar," ujarnya.

Sponsored

 

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Minggu, 02 Agst 2020 16:26 WIB
Berita Lainnya