logo alinea.id logo alinea.id

Rupiah diproyeksikan melanjutkan penguatan

Rupiah berhasil rebound dan ditutup terapresiasi pada perdagangan Rabu (12/9), saat mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap dollar AS.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 13 Sep 2018 10:29 WIB
Rupiah diproyeksikan melanjutkan penguatan

Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada memprediksi, pergerakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.840-14.827 per US$.

Adanya sejumlah berita dan penilaian positif terhadap ekonomi Indonesia melalui serangkaian upaya yang dilakukan Pemerintah, diharapkan dapat mempertahankan kenaikan laju rupiah.

"Kendati begitu tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujarnya.

Sekadar mengingatkan, rupiah berhasil berbalik arah dan ditutup terapresiasi pada perdagangan Rabu (12/9), saat mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap dollar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah rebound dan berakhir menguat 24 poin atau 0,16% di level Rp14.833 per US$, setelah berakhir melemah 37 poin atau 0,25% di posisi Rp14.857 pada Senin (10/9).

Adanya upaya Pemerintah untuk menarik aliran modal asing di tengah volatilitas yang terjadi pada sejumlah negara emerging market, diyakini memberikan dorongan pada rupiah.

"Lawatan Presiden pada sejumlah negara dan kehadiran Indonesia di World Economic Forum memberikan penilaian akan adanya investasi yang masuk ke Indonesia," ujar Reza.

Pemerintah juga telah mulai melakukan langkah mengurangi defisit transaksi berjalan dengan memprioritaskan proyek infrastruktur serta berupaya menarik lebih banyak penghasilan ekspor.

Sponsored

Selain itu, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) telah menaikkan tingkat suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas). Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi pengetatan moneter dan kecenderungan risiko likuiditas yang lebih tinggi akibat meningkatnya penyaluran kredit.

Tingkat bunga penjaminan dalam rupiah dan valas di Bank Umum masing-masing naik 25 bps menjadi 6,5% dan 50 bps menjadi sebesar 2%.

Sementara itu, laju dollar AS masih terlihat menguat dibandingkan sejumlah mata uang lainnya di tengah kekhawatiran masih berlangsungnya perang dagang AS-China.