sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rupiah telah menguat 1,02% ke level Rp14.235 per dolar AS

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa nilai tukar rupiah hingga 12 Juni 2019 menguat 1,02% ke level Rp14.235 per dolar Amerika Serikat (AS).

Soraya Novika
Soraya Novika Jumat, 14 Jun 2019 03:04 WIB
Rupiah telah menguat 1,02% ke level Rp14.235 per dolar AS

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa nilai tukar rupiah hingga 12 Juni 2019 menguat 1,02% ke level Rp14.235 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi itu disebut Gubernur BI Perry Warjiyo jauh lebih baik dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu yang tercatat bergerak di level Rp14.380 per dolar AS.

"Dengan perkembangan ini pula secara rata-rata nilai tukar rupiah 2019 mencapai Rp14.188 per dolar AS atau menguat 0,41%," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa rata-rata nilai tukar rupiah tersebut juga membaik bila dibandingkan dengan rata-rata 2018 yang sebesar Rp14.246 per dolar AS. Ia bahkan meyakini kondisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2019 diperkirakan akan terus membaik, seiring dengan prospek masuknya aliran modal asing ke Tanah Air.

"Defisit transaksi berjalan juga kami perkirakan lebih rendah dari tahun 2018, yang akan berada pada kisaran 2,5% sampai 3% dari PDB (Produk Domestik Bruto)," katanya.

Maka dengan kondisi demikian, lanjut Perry, rata-rata nilai tukar rupiah pada 2019 diperkirakan berada pada kisaran Rp14.000-Rp14.400 per dolar AS.

"Prospek NPI 2020 yang membaik juga mendukung nilai tukar rupiah 2020 terkendali, yang rata-rata diperkirakan berada pada kisaran Rp13.900-Rp14.300 per dolar AS," ucapnya.

Target tersebut pun lebih optimistis dibandingkan dengan target pemerintah yang mematok nilai tukar rupiah di kisaran Rp14.000-Rp15.000 per dolar AS.

Sponsored

Keyakinan tersebut ditarik dari kondisi perekonomian Indonesia dan kondisi eksternal yang lebih dulu diproyeksi membaik. Di mana, harga komoditas juga cenderung membaik sehingga mendorong perbaikan ekspor.

Perry juga menargetkan inflasi di tahun depan juga akan lebih rendah pada kisaran 3% plus minus 1%. Inflasi inti dan pangan juga ditargetkan tetap stabil tahun depan.

"Prospek nilai tukar rupiah ini juga didukung oleh berbagai upaya untuk memperdalam pasar keuangan, khususnya pasar valas dan domestic non delivery forward (DNDF)," tuturnya.

The Fed

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (13/6) sore melemah di tengah isu penurunan suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate.

Rupiah melemah 39 poin atau 0,27% menjadi Rp14.280 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.241 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, sejumlah data-data ekonomi AS menunjukkan perlambatan.

"Oleh karena itu, jangan heran kalau The Fed akan menurunkan suku bunga acuan dalam waktu dekat," ujar Ibrahim.

Adapun sinyal perlambatan ekonomi AS diindikasikan yaitu pertama adalah pembacaan awal indeks optimisme ekonomi keluaran IBD/TIPP untuk Juni berada di angka 53,2, turun lumayan jauh dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 58,6 yang merupakan pencapaian tertinggi dalam 15 tahun terakhir.

Kedua, inflasi tingkat produsen AS pada Mei tercatat 0,1% secara bulanan (mom), melambat dibandingkan April yaitu 0,2% (mom). Ketiga, pada April, pembukaan lowongan kerja baru di Negeri Adidaya yang ditunjukkan melalui survei Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan angka 7,4 juta, turun dibandingkan posisi Maret yaitu 7,5 juta.

Mengutip CME Fedwatch, Jerome 'Jay' Powell dan kolega diperkirakan memulai siklus penurunan Federal Funds Rate pada Juli 2019. Probabilitas penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2%-2,25% dalam rapat The Fed bulan depan mencapai 64,2%.

Rupiah pada pagi hari dibuka di level Rp14.241 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.241 per dolar AS hingga Rp14.280 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.270 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.234 per dolar AS. (Ant)