sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rupiah terus menguat, Analis: Hanya sementara

Kemungkinan di Desember akan kembali tertekan seiring kenaikan tingkat suku bunga

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 07 Nov 2018 18:51 WIB
Rupiah terus menguat, Analis: Hanya sementara

Nilai tukar rupiah ditutup pada harga Rp14.590 per dollar AS pada perdagangan pasar spot sore ini, Rabu (7/11). Posisi ini menguat 214 poin atau 1,45% dari kemarin sore, Selasa (6/11). 

Sementara kurs refrensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.764 per dollar AS atau menguat dari kemarin sore di Rp14.891 per dollar AS. 

Rupiah memimpin penguatan mata uang lain di kawasan Asia. Setelah rupiah, baht Thailand menguat 0,33%, yen Jepang 0,25%, dan dolar Singapura 0,23%

Kemudian, peso Filipina menguat 0,2%, rupee India 0,17%, ringgit Malaysia 0,13% dan won Korea Selatan 0,04%. Namun, dolar Hong Kong stagnan dan renminbi China melemah 0,04%. 

Sebaliknya, mata uang utama negara maju kompak bersandar di zona hijau. Dolar Australia menguat 0,43%, franc Swiss 0,4%, euro Eropa 0,4%, poundsterling Inggris 0,34%, rubel Rusia 0,21%, dan dolar Kanada 0,14%.

Pendiri dan Direktur Jagartha Advisor FX Iwan mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh masuknya kembali dana asing ke pasar modal baik itu obligasi maupun saham. "Dollar masih terbatas dan penguatannya masih lebih didorong inflow," ujar Iwan saat dihubungi Alinea.id, Rabu (7/11).

Iwan menyebut, penguatan rupiah sendiri hanya temporer saja. "Kemungkinan di Desember akan kembali tertekan seiring kenaikan tingkat suku bunga," imbuhnya.

Sementara, Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan efek pemilu menimbulkan spekulasi para investor terkait kemenangan partai demokrat. Hal ini berimbas pada prospek stimulus fiskal pajak Trump yg terhambat. Efeknya investor mengalihkan dana ke aset emerging market.

Sponsored

Faktor global lain adalah rencana pertemuan Trump dengan Xi Jin Ping di forum G20 meredakan suasana perang dagang. Sebelumnya Trump memerintahkan kabinet AS untuk membuat draft trade deal dengan China. 

Adapun investor asing mencatatkan pembelian bersih di pasar modal indonesia senilai Rp1,06 triliun pada hari ini. 

Kemudian dipengaruhi sentimen rilis data pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2018 sebesar 5,17% relatif tinggi jika dibanding kuartal III tahun lalu.

Bhima memproyeksikan rupiah akan kembali melemah pada kisaran Rp14.900-15.100 per dollar AS. Bhima menyarankan agar BI memperkuat cadangan devisanya dan menekan CAD. 

"BI perlu fokus menguatkan cadev, dorong peningkatan supply valas dan tekan CAD hingga di bawah 3% terhadap PDB," ungkapnya.

Pergerakan rupiah berdasarkan Jisdor :

Sumber: BI

 

Berita Lainnya