sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Saham Gojek dan Tokopedia cs diramal masuk LQ45 jika melantai di bursa

Kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan startup berpotensi semakin meningkat.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 21 Okt 2020 14:15 WIB
Saham Gojek dan Tokopedia cs diramal masuk LQ45 jika melantai di bursa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Beberapa startup besar Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka kerap kali dikabarkan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, hingga saat ini tak kunjung terwujud.

Meskipun demikian, Komisaris Bursa Efek Indonesia Pandu Patria Sjahrir melihat masih ada peluang bagi startup tersebut untuk mencari pendanaan di BEI. Pasalnya, jumlah initial public offering (IPO) dan penghimpunan dana di Indonesia cukup besar.

Dia melanjutkan, dalam beberapa tahun terakhir, startup bisa meraih pendanaan US$2 miliar hingga US$3 miliar dari private equity dan venture capital deal yang merupakan private market.

"Jadi ini juga kesempatan yang menurut saya cukup besar untuk public market Indonesia," kata Pandu dalam Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020, Rabu (21/10).

Dia melanjutkan, apabila startup besar di Indonesia melantai di bursa hari ini, maka bisa masuk ke indeks LQ45. Beberapa nama perusahaan teknologi bukan lagi pemain kecil, seperti Gojek memiliki valuasi jumbo sebesar US$10 miliar, Tokopedia dengan valuasi US$7,5 miliar, Traveloka dengan valuasi US$2,7 miliar, dan Bukalapak dengan valuasi US$2,5 miliar.

"Jika melihat komposisi Morgan Stanley Capital International (MSCI), berisi banyak perusahaan teknologi. Selain itu banyak sekali public investor melihat ke sektor teknologi. Dengan demikian, potensi naiknya saham perusahaan-perusahaan ini cukup besar," ujarnya.

Pandu juga meramal, dengan melantai di bursa, kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan startup tersebut bisa saja semakin meningkat.

"Ini kesempatan yang bisa ditangkap di bursa. Apalagi untuk pemain-pemain ekonomi baru seperti Tokopedia dan kawan-kawan," tuturnya. 

 

Sponsored
Berita Lainnya