sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Saham rokok dibayangi ketidakpastian hingga akhir Oktober

Kenaikan cukai rokok membawa sentimen negatif terhadap produsen.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 19 Sep 2019 12:30 WIB
Saham rokok dibayangi ketidakpastian hingga akhir Oktober

Harga saham produsen rokok dalam awal perdagangan pekan ini melemah cukup tajam, setelah pemerintah mengumumkan kenaikan tarif cukai sebesar 23% dan harga jual eceran rokok sebesar 35% tahun depan. 

Kenaikan cukai rokok ini ditujukan untuk mengurangi konsumsi rokok nasional, serta menopang pendapatan negara di tengah melemahnya perekonomian global dan domestik.

Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin mengatakan, rencana kenaikan tarif cukai ini memang cukup mengejutkan pelaku pasar. Sebab, kenaikan ini adalah kenaikan cukai tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

"Kami menilai volatilitas saham rokok masih akan berlanjut sampai Oktober, hingga pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang lebih detailnya," kata Giovanni dalam keterangan tertulisnya yang diterima Alinea.id, Kamis (19/9).

Giovanni melanjutkan, dalam hitungan sementara Bahana dengan rencana kenaikan rata-rata tarif cukai sebesar 23%, produsen rokok akan membebankan kenaikan tersebut kepada konsumen dengan menaikkan harga jual rata-rata sekitar 16% - 18%.

Dengan rencana kenaikan ini, Giovanni menilai PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) akan sedikit lebih sulit membebankan seluruh beban kenaikan cukai ini kepada konsumennya. Sebab, produksi rokok Gudang Garam masih didominasi oleh rokok untuk kalangan menengah-bawah.

Sedangkan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) menurut Giovanni, akan sedikit lebih leluasa menaikkan harga rokoknya. Sebab, portofolio produk rokok HMSP lebih berimbang.

"Saat ini harga saham rokok secara valuasi sudah cukup atraktif. Namun, tekanan dan ketidakpastian masih akan ada hingga pemerintah mengeluarkan PMK detailnya," ujar Giovanni.

Sponsored

Giovanni memberi rekomendasi beli atas saham HMSP dengan target harga Rp4.150 per lembar saham sebagai pilihan terbaik. Sebab, produksi rokok HMSP lebih beragam sehingga lebih leluasa dalam menyesuaikan harga. Perusahaan berkode saham HMSP ini juga memiliki cashflow yang lebih sehat untuk menopang dividen.  

Bahan juga merekomendasikan beli untuk saham Gudang Garam dengan target harga Rp90.200 per lembar saham