sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga Uno tanggapi kabar penunjukan jadi bos BUMN

Sebagai kawan lama, Sandiaga Uno sering berkomunikasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir perihal perusahaan pelat merah.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 20 Nov 2019 16:22 WIB
Sandiaga Uno tanggapi kabar penunjukan jadi bos BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir melakukan perombakan direksi BUMN. Kabar tentang penunjukkan mantan calon wakil presiden 2019-2024 Sandiaga Uno menjadi direksi salah satu perusahaan pelat merah pun merebak. Sandiaga mengomentari persoalan tersebut. 

Sandiaga mengatakan BUMN harus terbebas dari benturan kepentingan politik apapun. Sebab, katanya, BUMN adalah milik rakyat yang harus dikelola untuk kepentingan rakyat. 

"Pastikan tidak ada aspek politik di situ, karena ini milik rakyat dan kalau BUMN berpolitik nanti akan lari dari tujuan BUMN untuk menjadi agen pembangunan membuka lapangan pekerjaan," katanya di Jakarta, Rabu (20/11).

Untuk itu, kata Sandi, diperlukan orang-orang terbaik yang memiliki talenta dan dapat bekerja secara profesional di dalam manajemen BUMN.

"Jadi (tempatkan) talenta-talenta terbaik, the right man dan itu harus dijalankan proses dengan seksama dengan proses interview, pastikan tidak ada benturan kepentingan," ujarnya.

Sandi pun menuturkan, terus menjalin komunikasi dengan Erick dan kerap bertukar pemikiran perihal pandangan-pandangannya mengenai tata kelola BUMN. Namun, katanya, komunikasi yang berlangsung hanya melalui pesan singkat bukan tatap muka.

"Saya berikan apa yang menjadi pemikiran saya bahwa sektornya Pak Erick ini penting sekali, karena tadi juga dibicarakan mengenai tingginya utang yang ada di BUMN," ucapnya.

Meski demikian, dia mengaku belum ada tawaran dari Menteri BUMN untuk mengisi posisi salah satu direksi di perusahaan pelat merah tersebut, seperti yang santer diberitakan belakangan.

Sponsored

"Tidak ada tawaran dan tidak ada pembicaraan posisi strategis spesifik dan menurut saya BUMN itu perlu dikelola dengan the best of the best of talents," katanya.

Sandi juga menyampaikan, untuk dapat berkontribusi bagi pembangunan negara, tidak harus masuk ke dalam pemerintahan atau menjadi pejabat BUMN.

"Profesional yang ke kantor, teman-teman media yang cover berita dengan independen, para milenial yang terus di sektor ekonomi kreatif, ibu-ibu dan emak-emak yang mengembangkan UMKM, itu juga berkontribusi," ujarnya.

"Saya ingin berada di tengah masyarakat itu dan saya sudah sampaikan ke Pak Erick dan Pak Erick sangat mengerti dan kita berdiskusinya intens," tambahnya.

Berita Lainnya