sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Santri dapat suntikan Rp1,3 miliar jadi pengusaha

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih terus berupaya menumbuhkan wirausaha di tanah air.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Minggu, 24 Mar 2019 04:06 WIB
Santri dapat suntikan Rp1,3 miliar jadi pengusaha

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sepanjang 2018 menggelontorkan anggaran lebih dari Rp1,3 miliar guna melatih 5.945 santri untuk menciptakan usaha baru di bidang industri. 

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, mengatakan, realisasi penyaluran pelatihan kepada santri tersebut naik 773% dibandingkan dari realisasi tahun 2017 yang mencapai Rp168 juta. 

Kemenperin, kata Gati, akan berupaya menumbuhkan wirausaha di tanah air, salah satunya melalui program Santripreneur. “Sehingga santri bisa menciptakan usaha-usaha baru di bidang industri,” kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (24/3).

Pembinaan yang dilakukan antara lain pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (roti dan kopi), perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya masih terus berupaya menumbuhkan wirausaha di tanah air.  Santripreneur, kata Airlangga, merupakan salah satu implementasi dari Peta Jalan Making Indonesia 4.0 dalam pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM). 

Lebih lanjut, kata dia, Kemenperin telah menyiapkan beberapa model untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren dan menumbuhkembangkan semngat kewirausahaan di kalangan santri maupun alumni santri. 

Beberapa model pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pensantren itu diantaranya, model Penumbuhan Wirausaha Industri Baru dan Pengembangan Unit Industri di lingkungan pondok pesantren atau dikenal dengan program Santri Berindustri, serta program Santri Berkreasi. 

Kemenperin juga turut mendorong para santri dapat mengukuti program e-Smart IKM. Melalui e-Smart IKM, Kemenperin berupaya melakukan edukasi dan pembinaan terhadap IKM untuk masuk dalam e-commerce.

Sponsored

“Utamanya untuk digitalisasi ekonomi, program studi teknologi yang ada di pesantren harus link and match dengan  kebutuhan di era digital,” kata Airlangga. 

Airlangga menyebut hal penting dan diperlukan dalam era digital ini, yaitu program studi sains teknologi, kemudian engineering, art dan matematika. 

Berita Lainnya