logo alinea.id logo alinea.id

Saratoga siapkan capex US$100 juta tahun ini

Saratoga menyiapkan capex untuk melanjutkan bisnis penanaman investasi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 22 Mei 2019 19:20 WIB
Saratoga siapkan capex US$100 juta tahun ini

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,45 triliun.

Direktur investasi Saratoga Devin Wirawan mengatakan perseroan tengah membidik lima perusahaan untuk penyaluran investasi baru pada tahun ini. Namun, Saratoga belum mau menyebutkan kelima perusahaan tersebut.

"Perusahaannya didominasi sektor fast moving consumer goods (FMCG) atau sektor pendukung FMCG," ujar Devin di Kuningan, Jakarta, Rabu (22/5).

Devin mengatakan Saratoga akan tetap melanjutkan pengembangan bisnis meskipun perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp6,195 triliun pada tahun buku 2018.

Selain merencanakan investasi baru, Saratoga juga akan terus mendorong perusahaan portofolio yang telah dimiliki. Direktur Protofolio Saratoga Andi Esfandiari menjelaskan setidaknya dua portofolio Saratoga yang akan terus dikembangkan yaitu Rumah Sakit Awal Bros dan Mulia Bosco Logistik. 

Andi mengatakan Saratoga akan menambah dua hingga tiga rumah sakit lagi dalam waktu dua atau tiga tahun. "Salah satu pertimbangan kenapa ekspansi kami di rumah sakit agresif karena peluang industrinya tinggi," kata Andi.

Andi menambahkan Saratoga juga tak menutup kemungkinan untuk berinvestasi di perusahaan yang memiliki klinik spesialis.

Selain investasi, Saratoga juga akan melakukan divestasi saham di anak perusahaan dan akuisisi saham. Pada tahun 2018, misalnya, perseroan tercatat melakukan divestasi di Paiton Energy senilai US$9 juta.

Sponsored

Kemudian perusahaan tempat Saratoga berinvestasi yakni Adaro Energy, pada Agustus 2018 bersama EMR Capital menyelesaikan akuisisi 80% saham Rio Tinto di Tambang Batubara Kestrel di Australia senilai US$2,25 miliar.

Selain itu, Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) melakukan divestasi strategi bisnis pelumas MPM ke Esso Petroleum Company dan ExxonMobil senilai US$436 juta.

Walaupun begitu, Direktur Keuangan Saratoga Lany Djuwita Wong tidak menargetkan pertumbuhan pendapatan atau laba khusus pada tahun ini.

"Target laba kami tak bisa dikuantifikasi karena tergantung dengan harga saham," ujar Lany.