sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sektor ritel akan pulih, mal diyakini tetap jadi 'rumah kedua'

Savills Indonesia optimistis sektor ritel kembali pulih seperti semula.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Senin, 31 Agst 2020 20:27 WIB
Sektor ritel akan pulih, mal diyakini tetap jadi 'rumah kedua'
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Covid-19 sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 25 juta orang di seluruh dunia dan telah menghantam sektor ekonomi, salah satunya adalah bisnis ritel.

Namun di sisi lain, tren berbelanja online telah meningkat sejak diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosia Berskala Besar) pada April lalu. 

Kebijakan work from home mendorong pembeli bergeser ke online dari sebelumnya yaitu datang langsung ke toko. Namun, kondisi ini justru meredupkan aktivitas ekonomi di mal atau toko offline. 

Tiadanya transaksi menyebabkan kerugian bagi pihak mal dan penyewa (tenant). Banyak tenant kecil harus menutup gerainya tanpa kepastian kapan akan kembali beroperasi kembali.

Berdasarkan observasi Savills Indonesia, meskipun mal telah beroperasi kembali, hanya sekitar 30% - 40% pengunjung yang datang. Angka ini di bawah volume rata-rata normal sebelum pandemi.

“Kami yakin fungsi mal sebagai 'rumah kedua' bagi warga tidak akan tergantikan dalam waktu dekat, meskipun berada ambang pandemi Covid-19,” bunyi Riset Savills The Future of Retail #PostCovid tersebut.

Bahkan, Savills Indonesia optimistid sektor ritel akan kembali pulih seperti semula, karena pusat perbelanjaan akan terus dilirik mengingat fungsinya tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai tempat nongkrong, tempat keluarga untuk makan dan bersenang-senang serta untuk pekerja perkotaan dan professional bertemu.

Meski demikian, pihak mal harus tetap memastikan penerapan protokol kesehatan, serta menjaga keamanan dan kenyamanan yang sangat baik bagi pelanggannya. Misalnya, meningkatkan kebersihan mal dan mengadopsi teknologi untuk meminimalkan penyebaran kuman atau virus pada permukaan yang sering disentuh. 

Sponsored

Selain itu, inovasi baru juga diperlukan agar toko dapat terus berkembang menyesuaikan kondisi.

Berita Lainnya